Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Tingkatkan Pariwisata, Pemprov Bangun Bandara Internasional di Jabar Selatan

Tingkatkan Pariwisata, Pemprov Bangun Bandara Internasional di Jabar Selatan - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 26 November 2016

Tingkatkan Pariwisata, Pemprov Bangun Bandara Internasional di Jabar SelatanUntuk mendongkrak kunjungan pariwisata dan meningkatkan potensi perikanan di kawasan Jawa Barat selatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perhubungan, tahun 2017, akan mulai menjajaki pembangunan empat Bandara selain Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati yang tahap pembangunannya sudah dimulai saat ini.

Keempat Bandara tersebut adalah Bandara Citarate di Kabupaten Sukabumi, Bandara Pameungpeuk di Kabupaten Garut, Bandara Wiriadinata di Kabupaten Tasikmalaya, dan Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran.

”Ini diproyeksikan untuk mendongkrak kunjungan destinasi pariwisata dan usaha perikanan di wilayah selatan Jawa Barat yang kaya,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menerima kunjungan kerja Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung Sate Bandung, Sabtu 26 November 2016 pagi.

Bandara Nusawiru saat ini memang sedang dibenahi, yaitu perpanjangan landasan pacu atau runway hingga mencapai 2.200 meter. Lahan yang dibutuhkan untuk perpanjangan runway tersebut yaitu 800 meter dan saat ini sudah tersedia.

“Nusawiru akan dibantu oleh pusat untuk perpanjangan runway. Sekarang baru di angka 1.400 meter, lahannya sudah siap, tinggal menunggu pembangunan konstruksinya,” ujar dia.

Untuk mendukung pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Bandara perintis Citarate yang berlokasi di Ujung Genteng juga akan segera dibangun. Bandara itu sangat dibutuhkan karena akses ke lokasi yang cukup jauh. Pembangunan itu pun diharapkan akan memuluskan niat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu untuk masuk ke dalam Jaringan Geopark Dunia atau Unesco Global Geopark.

“Bandara Citarate akan menjadi gerbang masuk ke Geopark Ciletuh,” tutur Heryawan.

Di Bandara Pameungpeuk, pesawat komersil berjenis ATR akan bisa beroperasi. “Minimal nanti bisa didarati ATR 72. Itu sudah hebat untuk di daerah selatan. Bandara Pameungpeuk membutuhkan runway sepanjang 1.000 meter,” ujarnya.

Sementara itu, Bandara Wiriadinata saat ini sudah siap pakai karena dimiliki dan dikelola Lanud sehingga kondisinya terawat dan tinggal mendapat sedikit perbaikan.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya menyatakan, pembangunan empat Bandara tersebut ditargetkan selesai Januari 2018 dan bisa beroperasi.

“Kalau Nusawiru dan yang di Kota Tasikmalaya sudah selesai tinggal yang di Garut dan Sukabumi. Mudah-mudahan awal 2018 sudah selesai maksimal pertengahan,” ucap dia.

Dengan demikian, Kementertian meminta Gubernur Jabar untuk menyiapkan lahannya tanahnya supaya pembangunanya bisa dimulai.***

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply