Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Tips Memilih Hewan Kurban

Tips Memilih Hewan Kurban - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 24 September 2014

hewan-kurbanBANDUNG – Kurang dari dua pekan umat Islam akan merayakan Hari Raya Kurban atau Idul Adha. Masyarakat yang ingin berkurban diminta berhati-hati saat membeli kambing, sapi, atau kerbau.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Ely Wasliah‎, mengatakan, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui masyarakat dalam membeli hewan kurban.

“Beberapa kasus ada beberapa pedagang yang membawa ternak tidak sehat, seperti mata belek, sakit mata, ada juga cacar,” beber Ely, Rabu (24/9/2014).

Selain itu, Ely juga mengimbau agar masyarakat membeli hewan kurban yang telah dicukur. Selain agar tidak tertipu dengan ukuran juga agar masyarakat bisa melihat langsung kondisi fisik dari hewan kurban.

“Lebih baik beli domba yang sudah dicukur agar bisa terlihat sehat atau tidaknya. Sebaiknya bulu domba itu bersih, tidak dalam kondisi gimbal. Dan terpenting, agar masyarakat tidak dikelabui pedagang,” tuturnya.

Ely mengungkapkan, selama ini banyak masyarakat yang belum paham akan hewan kurban yang layak, terutama dari segi usia.

“Kalau domba itu di atas satu tahun, kalau sapi di atas dua tahun. Jadi kalau mau membeli, lihat giginya apakah masih gigi susu atau sudah ada yang tanggal. Umur juga kan menentukan sah atau tidaknya kurban,” terangnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman kurban 2013, pihaknya menemukan sekira 1.700 ekor kambing yang belum cukup umur dan 400 lainnya terindikasi berpenyakit di Kota Bandung.

Lebih lanjut dia memastikan hewan kurban di Kota Bandung untuk tahun ini bebas dari penyakit menular antraks. Meski demikian, pihaknya tetap menerjunkan tim postmortem dan antamortem yang akan memeriksa hewan kurban di seluruh tempat di Kota Bandung.

“Tim ini bertugas memeriksa kesehatan hewan kurban agar memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan ibadah kurban. TapiAlhamdullilah Kota Bandung bukan daerah endemik penyakit antraks,” tuturnya‎.

Jumlah petugas yang sudah bekerja berjumlah 60 orang. Mereka terdiri dari 40 petugas pemeriksa antamortem dan sisanya bertugas sebagai petugas postmortem.

“Untuk antamortem sudah bertugas sampai hari H (Idul Adha). Sementara petugas postmortem bertugas sejak hari H sampai H+3,” tukasnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co