Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pangandaran Siapkan Pembangunan RSUD

Pangandaran Siapkan Pembangunan RSUD - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 21 February 2017

Pangandaran Siapkan Pembangunan RSUDKabupaten Pangandaran tengah menyiapkan pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah mereka. Dengan asumsi bisa beroperasi pada 2019, maka dipastikan pada tahun tersebut kabupaten ini membutuhkan banyak tenaga kesehatan. Apalagi, rumah sakit yang dibangun diproyeksikan berklasifikasi kelas B.

Dalam hal pembangunan fisik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki mengatakan, saat ini tengah dalam tahap pengurusan administrasi, termasuk izin mendirikan bangunan. Setelah itu lantas mengurus izin operasional rumah sakit tersebut. Sementara untuk kebutuhan tenaga kesehatan nanti, telah disiapkan pula sejumlah solusi. Walaupun sampai saat ini, belum bisa diketahui secara pasti apa saja dan berapa banyak tenaga medis yang dibutuhkan.

“Nanti kita lihat dulu kebutuhannya berapa banyak di rumah sakit itu,” kata Yani, Selasa 21 Februari 2017.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Perizinan dan Klasifikasi Rumah Sakit, disebutkan bahwa sebuah rumah sakit kelas B, untuk tenaga medis saja minimal harus memiliki 18 dokter umum, 3 dokter gigi umum, 3 dokter spesialis dasar, 2 dokter spesialis penunjang, 1 dokter spesialis lain, 1 dokter subspesialis, dan 1 dokter gigi spesialis.

Untuk tenaga kefarmasian paling sedikit memiliki 13 apoteker yang ditempatkan di berbagai jabatan. Sementara untuk tenaga keperawatan, tenaga kesehatan lain, dan tenaga nonkesehatan disesuaikan kebutuhan, termasuk dengan jumlah tempat tidur di layanan rawat inap rumah sakit tersebut.

Sebagai langkah awal dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan untuk RSUD nanti, Pemerintah Kabupaten Pangandaran pada tahun anggaran 2017 ini menyiapkan dana sebesar Rp 600 juta. Anggaran itu akan digunakan untuk menyekolahkan dokter-dokter dalam mengenyam pendidikan spesialis.

“Itu untuk empat orang, bupati inginnya putra daerah Pangandaran,” ujar Yani.

Selain dengan menyekolahkan putra daerah, terdapat pula penjajakan kerja sama dengan Universitas Padjadjaran Bandung. Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menyadari, proses pendidikan dokter-dokter yang dibiayai Pemkab Pangandaran, akan menghabiskan waktu lama. Jumlah dokternya pun masih jauh dari yang dibutuhkan.

Jeje mengatakan, kerja sama dengan Unpad berkaitan dengan program kedokteran gratis yang terdapat di kampus tersebut. Dalam program itu, lulusannya memiliki kewajiban mengabdi selama lima tahun layaknya sebuah ikatan dinas. Untuk itulah Pemkab Pangandaran meminta dokter-dokter lulusan program tersebut untuk menghabiskan masa pengabdian di RSUD Pangandaran.

“Pembangunan rumah sakit itu kan sekarang mau lelang, diperkirakan 2018 selesai, dan mulai operasional 2019. Sementara anak-anak Pangandaran yang mulai disekolahkan tahun ini, selesainya mungkin 2021. Makannya kami kerjasama dengan Unpad, kami minta dokter dari program kedokteran gratis mereka itu,” ujar Jeje.

Jeje juga menyebut, Dinas Kesehatan tengah menghitung kebutuhan tenaga kesehatan, agar nantinya solusi yang diambil bisa efektif. Bukan hanya kebutuhan untuk dokter di RSUD, melainkan kebutuhan di seluruh Kabupaten Pangandaran. Pasalnya berdasarkan temuan di lapangan, di sejumlah kecamatan pun masih ada yang kekurangan tenaga kesehatan.

“Saya dapat laporan di Kecamatan Langkaplancar juga cuma ada satu dokter. Itu kan repot. Sambil berhitung lah berapa kekurangan dokter kita,” ujar Jeje.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply