Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pengamat Perkotaan: Bekasi Kehilangan Akar Budaya

Pengamat Perkotaan: Bekasi Kehilangan Akar Budaya - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Thursday 10 March 2016

Pengamat Perkotaan: Bekasi Kehilangan Akar BudayaAKSI. Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menyebut Bekasi telah kehilangan akar budaya karena dominasi pendatang pada komposisi penduduk kota tersebut.

Yayat mengeluarkan pendapat tersebut sebagai refleksi peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Kota Bekasi yang jatuh Kamis (10/3).

“Masyarakat Kota Bekasi saat ini sudah sangat metropolis dengan pesatnya pembangunan infrastruktur dan juga pertumbuhan ekonominya,” tutur Yayat seperti dilansir Antara, kemarin.

Yayat mengatakan, pemerintah kota seharusnya secara aktif menanamkan karakter dan kultur Bekasi kepada para pendatang.

“Pemerintah harus bisa memunculkan imej simbolik agar pendatang memiliki identitas kehidupan dan bangga menjadi warga Kota Bekasi,” ujarnya.

Apabila program tersebut berjalan efektif, para perantau tersebut akan memiliki kebanggaan atas identitas mereka sebagai penduduk Kota Bekasi. Berawal dari kebanggaan, menurut Yayat, para pendatang secara tidak langsung akan terpacu untuk turut membangun kota.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membenarkan, penduduk Bekasi memang semakin heterogen. Ia pun meminta warganya untuk mengedepankan toleransi dalam kehidupan sosial sehari-hari.

“Komposisi warga semakin beragam, ditambah dengan perbedaan dalam hal kepercayaan, sikap-sikap intoleran sudah sewajarnya dikesampingkan,” katanya.

Berdasarkan catatan yang dimilikinya, Rahmat memaparkan, penduduk Kota Bekasi saat ini berjumlah setidaknya 2,4 juta orang.

Warga dari kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mendominasi angka itu, sekitar 33 persen. Warga bersuku Betawi (28 persen) dan Sunda (18 persen) berada di peringkat kedua dan ketiga.

Badan Perencanaan Pembangunan Kota Bekasi mencatat, jumlah penduduk Kota Bekasi berjumlah 2, 663 juta orang. Mereka mendiami wilayah seluasnya 210,49 kilometer persegi yang terbagi dalam 12 kecamatan.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co