Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Santri Termuda Aksi Longmarch 212 Asal Ciamis Terima Wakaf Rumah Makan

Santri Termuda Aksi Longmarch 212 Asal Ciamis Terima Wakaf Rumah Makan - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 7 December 2016

Santri Termuda Aksi Longmarch 212 Asal Ciamis Terima Wakaf Rumah MakanSebagaimana diketahui kegiatan aksi jalan kaki 212 beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh para santri dari berbagai daerah di seluruh Indonesia telah menyita perhatian banyak pihak karena kegigihan yang begitu besar dalam membela Islam.

Di Ciamis sendiri, partisipan aksi longmarch 212 tersebut salah satunya diikuti oleh para santri dari Pondok Pesantren Huda II Bayasari Ciamis asuhan KH Nonof Hanafi.

Perhatian pun datang dari salah seorang pengusaha asal batam, Sugiono, yang terenyuh dengan jiwa patriotis bocah bocah Ciamis dalam membela Islam.

Bahkan, Sugiono dikabarkan akan memberikan wakaf salah satu rumah makan miliknya kepada santri termuda asuhan KH Nonof yang mengikuti aksi 212 bela Islam tersebut.

Demi mewujudkan niatnya untuk menyerahkan wakaf, Sugiono menyambangi Pondok Pesantren Huda II Bayasari Ciamis untuk mencari keberadaan bocah peserta aksi 212 termuda berusia 8 tahun yang turut jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta.

KH Nonof membenarkan kabar tersebut, ia mengatakan bahwa Sugiono telah mendatangi pondok pesantrennya dengan tujuan mau mewakafkan satu buah rumah makan miliknya untuk peserta longmarch 212 dengan usia termuda.

“Beliau awalnya meminta dicarikan tanah untuk dibeli dan akan dibangun rumah makan ayam di wilayah Ciamis untuk diwakafkan,” ungkapnya.

KH Nonof menambahkan, sejauh ini pihaknya masih mendata para santri yang ikut aksi 212 dengan usia termuda, karena santri dari pesantrennya yang turut berpartisipasi dalam aksi tersebut jumlahnya mencapai lebih dari 1000 orang.

Kiai Nonof pun menegaskan bahwa Sugiono telah menyerahkan segala pengurusan wakaf tersebut kepada pihak pesantren.

“Kita masih mengatur teknisnya untuk merealisasikan maksud dari sang dermawan itu,” pungkasnya.

 

Evi Yusnita

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply