Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Serangan Ulat dan Tikus Mengganas, Petani Khawatir Gagal Panen

Serangan Ulat dan Tikus Mengganas, Petani Khawatir Gagal Panen - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 3 May 2016

petaniSejumlah areal tanaman padi yang baru berusia 25 hari belakang Pasar Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka diserang ulat dan tikus, petani khawatir akibat serangan tersebut akan menimbulkan gagal panen.

Ento dan Enti petani di Blok Cigemek mengatakan, serangan hama tersebut terjadi sejak usia tanaman baru 20 hari, daun padi menggulung kemudian berwarna putih dan robek-robek. Selain terkena ulat, daun padi juga terkena hama merah hingga tanaman mati.

Tanaman juga banyak yang gundul hingga tinggal bonggolnya karena batang semua habis dimakan tikus, untuk mengganti tanaman tersebut petani terpaksa harus menanami kembali. Ada pula petani yang membiarkan tanamannya gundul dengan harapan bonggol yang gundul akan tumbuh kembali.
“Biasanya kalau tanaman yang gundul seperti ini bonggolnya akan tumbuh kembali karena kondisi tanaman masih kecil, terkecuali kalau kondisi tanaman sudah besar,” kata Ento.

Untuk menghindari serangan tikus, Ento mengaku berupaya mengeringkan sawahnya namun ternyata tikus tetap muncul. Dari satu tempat ada terkadang hingga dua rumpun padi yang gundul akibat habis dimakan tikus.
Hal serupa diungkapkan Suti petani lainnya yang menyebutkan tanaman padinya diserang keong emas dan ulat, dulu menurutnya sempat ada bantuan pembasmi hama dari pemerintah namun kini belum ada bantuan lagi.

Padahal menurut Suti, Ento dan Enti, kelompok tani di wilayahnya telah mengetahui adanya serangan hama karena pernah datang meninjau areal serangan dan menanyakan kondisi tanaman serta munculnya hama ulat.
“Daun tadina ngaguluntung teras bodan, tos kitu daun potong rigil (daun awalnya menggulung kemudian putih setelah itu daun patah dan rusak),” kata Suti.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Taham mengatakan pihaknya sudah menghimbau petani untuk mewaspadai serangan hama ulat yang diakibatkan curah hujan yang tidak merata serta kemungkinan adanya hama merah.
Soal luas areal serangan hama Taham mengaku belum mengetahui secara persis terkait belum adanya laporan dari petugas lapangan. Hanya saja untuk mengatasi munculnya hama Dinas Pertanian telah menyediakan obat-obatan dan obat bisa diberikan sesuai pengajuan dari petugas lapangan.
“Untuk bantuan obat-obatan kami berikan berdasarkan permintaan dari lapangan,” ungkap Taham.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply