Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Sidang paripurna DPRD Sukabumi Diwarnai Unjukrasa

Sidang paripurna DPRD Sukabumi Diwarnai Unjukrasa - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Friday 1 April 2016

Ilustrasi DemoSidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kota Sukabumi, Jumat, 1 April 2016 diwarnai aksi unjukrasa. Bahkan, aksi mahasiswa disela-sela memperingatan Hari Jadi Kota Sukabumi ke-102 di Halaman Gedung DPRD di Jalan Djuanda, Kota Sukabumi sempat diwarnai kericuhan.

Seratus lebih mahasiswa yang tergabung Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) sempat diwarnai baku hantam dengan petugas dari satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Personil Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota.

Beruntung aksi adu fisik tidak berlangsung lama setelah para anggota dewan, pejabat dan perwira turun tangan. Mereka berhasil meredam para pengunjukrasa dan petugas untuk segera menjauh.

Aksi berawal ketika para pengunjukrasa mencoba menerobos masuk ke gedung dewan. Petugas gabungan yang sudah lama mengamankan areal komplek tidak memperkenankan seluruh pengunjuk rasa memasuki pintu masuk gerbang utama kantor dewan. Tapi sebelum petugas berhasil menghalau para pengunjuk rasa menjauh pintu utama, mereka terlibat baku hantam dengan mahasiswa.

“Kami datang ingin bertemu dengan walikota Sukabumi, Mohamad Muraz untuk menyampaikan aspirasi. Namun, yang terjadi mereka menghalang-halang kami untuk menyampaikan aspirasi,” kata salah seorang pengunjukrasa, Daud Rozak, Jumat 1 April 2016.

Kedatangan para pengunjuk rasa ke kantor dewan terkait pencabutan sejumlah bendera IMM dan Muhammadiyah yang dipasang di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah (UMMI) Sukabumi di Jalan R Syamsudin, Kamis, 31 Maret 2016. Pencabutan yang dilakukan petugas satuan Polisi Pamong Praja (satpol) Kota Sukabumi, tidak diterima para mahasiswa.

“Pencabutan bendera dan atribut sangat sesalkan. Padahal, hari ini, kami menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah Sukabumi di kampus UMMI Kota Sukabumi,” kata Ketua IMM Sukabumi, Yandra Utama Santosa.

Yandra Utama Santoso mengatakan selain akan melakukan aksi unjukrasa susulan. Sejumlah mahasiswa telah melaporkan aksi penganiayaan ke kantor polisi. Sehari sebelumnya, sejumlah mahasiswa sempat megalami penganiayaan saat meminta agar petugas Satpol PP mengembalikan bendera dan atribut IMM. Penganiayaan di halaman Balikota Sukabumi berbuntut panjang setelah mahasiswa melaporkan kasus penganiayaan kepada petugas kepolisian.

“Kami akan menuntut hukum yang berlaku atas tindakan penganiayaan terhadap sejumlah mahasiswa. Kami telah melakukan serangkaian visum sebagai kelengkapan berkas pelaporan kepolisian,” katanya.

Sebenarnya, sebelum terjadi aksi baku hantam sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Sukabumi mencoba melakukan pertemuan dengan para pengunjukrasa. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Hanafie Zain didampingi Assisten Daerah (Asda) I Pemkot Sukabumi, Andri Setiawan mencoba berdialog.

Namun, upaya yang dilakukan para pejabar tidak membuahkan hasil. Para pengunjuk rasa menolak berdialog dan bersikukuh ingin bertemu dengan Walikota Sukabumi, Mohammad Muraz.
Begitu pun berbagai upaya negoisasiai yang dilakukan para anggota dewan, tidak membuahkan hasil. Padahal Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Tantan Kustandi didampingi anggota dewan lainnya, Rojab Asyari dan Usep Ubaedillah sempat mendatangi para pengujuk rasa,

Hingga petang upaya para pengunjukrasa tidak mebuahkan hasil. Mereka gagal bertemu dengan kepala daerah seiring siding paripurna dewan masih berlangsung. “Sebenarnya, kami sudah berusaha menyampaikan aspirasi para pengunjukrasa ke pimpinan dewan. Bahkan walikota siap bertemu dengan para mahasiswa,” kata Rojab Ansari.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

www.aksi.co @Copyright 2018