Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Soal Minum Susu, Indonesia Masih Kalah dari India

Soal Minum Susu, Indonesia Masih Kalah dari India - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Saturday 23 April 2016

Kurang menonjolnya susu lokal ternyata bukan cuma dipengaruhi rendahnya produksi susu sapi lokal, tetapi juga karena minat masyarakat yang dianggap masih rendah.

“Untuk Indonesia, saya melihatnya mind set konsumsi susu di sini belum setinggi di India. Dahulu pada pertengahan 1995, produksi susu di India satu juta liter susu per hari, saat ini sudah 13,8 juta liter per hari,” kata Rias Dyahtri Silvana, ketua Koperasi Usaha Tani Ternah (KUTT) Suka Makmur Grati Pasuruan ketika ditemui CNNIndonesia.com pada acara Penutupan Farmer2farmer Frisian Flag di GrandDhika Hotel, Jalan Iskandarsyah Raya Jakarta Selatan, Jumat (22/4).

“Dari jumlah susu yang kami produksi, hanya sekitar satu persen yang dijual ke masyarakat lokal dalam bentuk susu segar,” kata Rias.

Rias menyatakan bahwa 99 persen susu sapi yang dihasilkan peternak di koperasi yang ia pimpin dijual pada Industri Pengolahan Susu (IPS). Alasannya sederhana, IPS dapat menawarkan harga susu yang lebih baik dengan permintaan yang tinggi.

Menurut Rias, sapi perah tidaklah cocok dengan iklim Indonesia, yang menyebabkan produksi susu tidak sebesar negara subtropis. Meski demikian, kualitas susu dari peternak Indonesia dapat bersaing dengan kualitas susu dari negara subtropis.

“Dari segi kebersihan, kalau susu di koperasi kami sudah memiliki standar, sehingga jumlah cemaran bakteri berdasarkan uji TPC berasa di bawah 100 ribu dan 500 ribu,” kata Rias. “Ini berarti sedikit sekali tercemar dan sama dengan Australia,”

TPC merupakan singkatan dari total plate count yang menghitung total koloni mikroba dalam susu yang diuji. Pengujian ini berguna mengetahui tingkat kecemaran susu akan mikroba seperti Salmonella, Eschercia coli, Coliform, dan Streptococcus.

Menurut Standar Nasional Indonesia, syarat mutu susu segar mengandung kandungan bakteri maksimal sebanyak 1 juta unit koloni per mililiter.

“Kalau dari segi rasa, karena susu yang kami produksi berada di dataran rendah dan bersuhu panas, jadi lebih gurih dan mengandung lemak lebih banyak dibanding susu yang dihasilkan di dataran tinggi,” kata Rias.

Susu segar produksi (KUTT) Suka Makmur Grati Pasuruan saat ini umumnya dibeli pelancong sebagai oleh-oleh dari Pasuruan.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply