Username

Password

Remember me

Register

Recover password

AS Akan Beli Puluhan Ton Material Nuklir dari Iran

AS Akan Beli Puluhan Ton Material Nuklir dari Iran - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Saturday 23 April 2016

Amerika Serikat akan membeli hingga 32 ton air berat (heavy water) yang merupakan material penting untuk reaktor nuklir dari Iran. Langkah ini sesuai dengan kesepakatan nuklir antara Iran dengan negara-negara Barat.

Menurut juru bicara Kementerian Energi AS, DOE, mereka akan membayar US$8,6 juta atau lebih dari Rp113 miliar untuk air berat dari Iran. Air berat adalah komponen penting bagi pembuatan senjata dan energi nuklir, namun bukan merupakan zat radioaktif.

Tujuan pembelian ini adalah untuk mengeluarkan air berat dari Iran, seperti yang tertera dalam kesepakatan perundingan nuklir tahun lalu. Iran diwajibkan mengurangi pasokan air berat mereka, dengan cara dijual atau dimusnahkan.

Iran saat ini hanya diperbolehkan menyimpan 130 ton air berat. Nanti ketika Iran telah merancang dan membangun ulang reaktor nuklir Arak, maka negara itu hanya boleh menyimpan 90 ton air berat.

Juru runding nuklir Iran Abbas Araqchi mengatakan puluhan ton air berat itu terjual kepada sebuah perusahaan di AS. Zat ini bisa digunakan untuk pengembangan semikonduktor atau pencitraan resonansi magnet nuklir.

Namun DOE menegaskan bahwa AS tidak akan menjadi pelanggan tetap Iran. Mereka menyerukan negara lain juga membeli air berat dari Iran untuk mengurangi material pemroduksi senjata nuklir itu.

Menurut Araqchi, Iran memiliki kelebihan air berat hingga 70 ton. Saat ini, kata dia, mereka tengah bernegosiasi untuk menjualnya ke berbagai perusahaan di luar AS.

Keputusan AS ini menuai kritikan dari ketua parlemen Paul Ryan. Anggota dewan dari Partai Republik ini dalam pernyataannya mengatakan dengan pembelian ini pemerintah AS malah akan “mensubsidi secara langsung program nuklir Iran.”

DOE rencananya akan menjual kembali air berat dari Iran ke berbahaya perusahaan riset dan komersial di dalam negeri, termasuk laboratorium milik pemerintah.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply