Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Penyebab Serapan APBD Jabar Rendah Dana Menumpuk di Perbankan

Penyebab Serapan APBD Jabar Rendah Dana Menumpuk di Perbankan - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 22 August 2015

Gatot-TjahjonoJawa Barat menjadi propinsi kedua terbesar di Indonesia yang memiliki dana simpanan mengendap di Bank Pembangunan Daerah. Menumpuknya dana Pemprov Jabar di perbankan ini menunjukan rendahnya penyerapan APBD yang berpengaruh kepada tingkat pembangunan daerah itu sendiri dan pertumbuhan ekonomi.

“Ya memang serapan nya rendah hanya sekitar 30 persen. Dari hasil rapat kerja komisi dan mitra eksekutif selama ini, kendala yang sangat mendasar adalah terkait dengan takutnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan persoalan hukum,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, Gatot Tjahyono kepada, Sabtu (22/8).

Dikatakan Gatot, banyak persoalan teknis dan kebijakan yang tidak dipahami bahkan mungkin berbeda dengan aparat hukum lainnya. Salah satu contoh, imbuhnya, saat ini banyak sekali gagal lelang yang berakibat terhambatnya pelaksanaan pembangunan.

“Kesalahan ada di pelaksana teknis misal dengan keberpihakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) kepada peserta lelang sampai dengan masalah turunnya harga penawaran hingga 20 persen dengan kualitas yang sangat rusak. Sementara penawar yang tinggi takut dimenangkan karena dianggap bisa tidak menguntungkan negara dari sisi hukum,” tandasnya.

Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat per Juli 2015 dana pemerintah daerah yang mengendap di Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencapai Rp. 273,5 Triliun. Selain Jabar dan DKI, Riau, Batam dan Kaltim juga memiliki dana simpanan daerah yang cukup besar.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply