Username

Password

Remember me

Register

Recover password

‘Kota Hilang’ di Yunani Ternyata Fenomena Alam

'Kota Hilang' di Yunani Ternyata Fenomena Alam - Aksi.co

Penulis Aksi | Thursday 9 June 2016

'Kota Hilang' di Yunani Ternyata Fenomena AlamPernahkah Anda mendengar tentang reruntuhan “kota yang hilang” di dasar laut? Beberapa waktu lalu, terdapat semacam puing-puing kuno tersebar di dasar laut di tepi sebuah pulau di Yunani, Zakynthos.

Namun penelitian yang rilis di jurnal the Marine and Petroleum Geology, para ilmuwan justru menyebut “puing kota yang hilang” tersebut terbentuk dari fenomena geologi alami sejak lima juta tahun lalu.

“Pendapat bahwa benda-benda yang seperti reruntuhan tersebut adalah benda arkeologi, datang dari turis yang melihat dan mengira itu adalah artefak,” kata Julian Andrews dari the University of East Anglia’s School of Environmental Sciences, dilansir CNN.

Saat diinvestigasi oleh pihak Yunani, otoritas setempat juga tidak menemukan bukti bahwa “reruntuhan” tersebut, berasal dari puing-puing sebuah kota yang kemudian hilang ke laut.

Kemudian para peneliti dari Department of Geology and Geoenvironmental the University of Athens meneliti kandungan mineral dan dan formasi dari puing tersebut.

“Kami menyelidiki situs tersebut antara dua dan lima meter di bawah permukaan laut dan menemukan puing tersebut sebenarnya adalah fenomena geologi alami,” kata Andrews.

Menurut dia, puing berbentuk seperti roda kendaraan di dasar laut yang dikira peninggalan peradaban lampau tersebut, aslinya adalah mineralisasi hidrokarbon dari gas alam di bawah dasar laut.

Proses mineralisasi tersebut juga akibat aktivitas bakteri yang menggunakan gas metana alami dasar laut, lalu mengubah ikatan kimia sedimen menjadi keras selayaknya semen bernama concretion. Formasi ini diduga telah terjadi sejak zaman Pliocene dan terbentuk alami berkat gerusan arus air laut.

“Tidak ada aliran khusus di situs ini, yang ada hanyalah seperti yang terjadi di tempat lainnya di dunia,” kata Andrews. “Kebocoran gas adalah hal yang lumrah di dasar laut, kerak bumi sangat labil dan memungkinkan itu terjadi. Mereka hampir mirip seperti karang, sehingga justru berfungsi menyediakan banyak tempat untuk ikan hidup.”

Dengan temuan bahwa “situs arkeologi” tersebut ternyata adalah fenomena alam pada umumnya, Andrews yakin tidak akan merugikan pariwisata setempat. Menurutnya, orang akan masih datang menikmati keindahan alam dan struktur aneh di dasar laut pulau itu.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply