Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pertamina Milik Rakyat, Ruhnya Harus Merah Putih

Pertamina Milik Rakyat, Ruhnya Harus Merah Putih - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 5 August 2015

hafis tohirKepada redaksi melalui pernyataan persnya ketua komisi VI DPR RI Ir. H. Achmad Hafiz Tohir menjelaskan Kebijakan Menteri ESDM yang memilih lebih memberi selisih positif kepada Pertamina atas turunnya harga minyak mentah dunia, tidak sensitif dan tidak pro rakyat kecil.

“Pasalnya, penurunan harga crude oil, tidak dibarengi dengan kebijakan penurunan harga BBM juga. Sedangkan saat crude oil naik, pemerintah tergopoh gopoh menaikkannya. “Jangan rakyat lagi disuruh menanggung beban, sementara harga minyak dunia sudah turun hingga di titik terendah sejak 2008 di level US$ 45 perbarel per Selasa (4/7)” ujarnya.

Menurut Hafiz, Pemerintah hukumnya wajib a’in untuk turunkan harga BBM sebab sudah jauh dibawah asumsi yang ditetapkan dalam APBN. Asumsi Indonesian Crude Price/ICP dalam APBN adalah 60 dolar AS per barel, kenyataanya sekarang crude oil sudah di 45 dolar per barel.

“Saya tegaskan ya, keadaan sudah mendesak, pemerintah sudah harus menurunkan harga BBM, jangan sampai ekonomi terus melambat pertumbuhannya karena tidak ada kebijakan progresif dari pemerintah untuk merangsang pelaku usaha nasional untuk bangkit. Rupiah sudah di posisi Rp 13.500, bisa terjadi kontraksi ekonomi bila sampai di posisi psikologis Rp 15.000,” tuturnya.

Selain itu menurut anggota fraksi PAN ini, penurunan harga BBM dengan mengikuti tren penurunan harga minyak mentah dunia sangat diperlukan untuk mendorong kembali daya beli masyarakat serta untuk mengurangi inflasi.

Lebih lanjut dikatakan Ketua DPP Partai Amanat Nasional ini, Sepanjang pengalaman dirinya yang telah menggeluti industri hulu migas selama 17 tahun terakhir, dengan kebijakan Jokowi yang mencabut subsidi BBM dan menyerahkannya kepada mekanisme pasar, berarti harus mengikuti fluktuasi harga pasar pula meski kebijakan ini membahayakan Jokowi sendiri karena bisa dianggap melanggar konstitusi serta putusan MK dan pasti hal ini berakibat pada resonansi politik yg berat.

Paska reses minggu ketiga Agustus ini, komisi VI akan segera memanggil Pertamina untuk soal bbm ini, Pertamina ini milik rakyat, ruh nya harus merah putih. Harus ada pengorbanan untuk rakyat kecil. Jangan rakyat terus yang di suruh berkorban akibat kebijakan yang memberatkan. “Masa rakyat yang mensubsidi pemerintah, jangan mengambil keuntungan di atas jeritan rakyat,” tutup Hafiz.

Untuk di ketahui sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (4/8/2015), harga minyak jenis Brent turun US$ 2,69 (5,2%) ke US$ 49,52 per barel. Sementara harga minyak produksi AS turun US$ 1,95 (4,1%) ke US$ 45,17 per barel.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co