Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Spekulan Penyebab Kenaikan Harga

Spekulan Penyebab Kenaikan Harga - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 4 July 2016

Spekulan Penyebab Kenaikan HargaH-2 menjelang Lebaran, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional, diantaranya di Pasar Ciroyom, kembali melonjak. Kenaikan tersebut disinyalir lebih dikarenakan spekulasi para pedagang yang menaikkan harga untuk meraup untung lebih dibandingkan persoalan pasokan.

Nengsih (58), warga Andir mengeluhkan melonjaknya harga berbagai komoditas tersebut. Perempuan yang berprofesi sebagai penjual makanan jadi ini pun sempat dibuat kesal dengan perilaku para spekulan tersebut.

Ia mencontohkan, harga kentang, di salah satu pedagang dipatok di harga Rp 30.000 per kilogram. Padahal, empat hari sebelumnya harga kentang dengan ukuran yang sama masih diangka Rp 8.000 per kilogram.

“Saya tidak beli karena sudah ada. Cuma saat lewat mendengar nenek-nenek mau belanja ditawarkan segitu. Pedagangnya tidak mau ditawar pula. Makanya saya ajak ke pedagang lain, harganya variasi sekitar Rp 20.000-23.000 per kilogram. Akhirnya dapat ada yang kasih Rp 18.000 per kilogram,” ujarnya, Senin, 4 Juli 2016.

Tak berhenti disana selain menaikkan harga, para pedagang lanjut Nengsih, tampak seperti menyembunyikan barang yang dimiliki dengan memasukkan barangnya ke karung ketimbang digelar di lapak. Sehingga, pembeli tidak leluasa memilih.

“Kalau mau menaikkan harga, ya kira-kira. Yang belanja ke pasar ini kan bukan orang yang punya uang banyak. Karunya atuh ka jelema alit,” ujarnya.

Selain kentang, sejumlah komoditas lain, seperti cabai merah, daging sapi, dan daging ayam juga kian melambung. Untuk cabai merah harganya sudah mencapai Rp 90.000 per kilogram. Padahal empat hari yang lalu masih di angka Rp 40.000 per kilogram.

Cabai hijau Rp 90.000 per kilogram, cabai gendot Rp 120.000 per kilogram.Daging sapi Rp 150.000 per kilogram. Sementara daging ayam berada dikisaran Rp 35.000-37.000 per kilogram.***

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply