Username

Password

Remember me

Register

Recover password

“Wasrik Bisa Tindak Pengemplang Pajak”

"Wasrik Bisa Tindak Pengemplang Pajak" - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 30 June 2015

pajak-rumahDinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung menjadikan Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) sebagai penindak wajib pajak (WP) yang melakukan modus pengemplangan pajak. Penarikan Wasrik ke WP dinilai cukup signifikan dalam penerimaan pajak selama tahun 2015 ini.

“Dari 2.500 WP, tak sedikit WP dari hotel bintang 5, 4 dan 3 yang belum membayar pajak. Ke depan, tidak hanya tentang WP yang tidak bayar pajak saja, Tim Wasrik bisa melakukan penindakan,” ungkap Apep Insan Parid, Kabid Pengendalian Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung, di ruang kerjanya, Selasa (30/6).

Apep menyatakan, setelah tim ini turut aktif dalam pengelolaan WP selama tahun 2015, kenaikan pajak yang terjadi cukup signifikan, mencapai 100-170 persen.

“Bahkan ada yang naik hingga 300 persen. Langkah wasrik ini merupakan penyadaran bagi wajib pajak agar patuh dan tidak melanggar,” jelasnya.

Dari 2.500 WP yang terdaftar, sebanyak 192 WP sudah terpantau dalam hal penerimaan pajak dengan angka masukan mencapai Rp 19,955,644,814. Selisih angkanya pun cukup tinggi dibanding pemasukan tahun lalu, yakni sekitar Rp 8,751,873,264.

“SKPDKB yang sudah diperiksa, namun belum bayar sekitar Rp. 591,736,601. Jadi saya membantah tudingan LSM Monitoring Comunity pencapaian pajak yg tdk maksimal,” tegas Apep.

Terkait tudingan itu, pengurus LSM Monitoring Community, Kandar Karnawan mengatakan, justru dilibatkannya Tim Wasrik telah menyebabkan melorotnya pendapatan pajak Kota Bandung dalam enam bulan terakhir.

“Peralihan yang dimaksud adalah pemasukan dari WP yang tadinya dikelola oleh koordinator, sekarang oleh Tim Wasrik (pengawasan dan pemeriksaan). Offsetnya tim wasrik ini melakukan pemeriksaan dengan sangat arogan dan tidak menghasilkan pemasukan yang maksimal sehingga menjadi bahan olok,” ungkap Kandar.

Akibatnya, lanjut dia, pola pengelolaan WP yang saat ini dipakai tidak menguntungkan karena hanya mengedepankan wasrik.

Kalaupun pihak Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) menginginkan adanya peningkatan, sebaiknya dengan cara tepat yang diiringi dengan cara pendekatan dengan WP. *

“Karena ada dua hal masukan yang didapat, yakni dengan Office Assesmen pendapatan baku dan Self Assesmen pendapatan yang bisa naik dan turun,” jelasnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply