Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Faisal Basri Janji Bongkar Mafia yang Libatkan Aparat

Faisal Basri Janji Bongkar Mafia yang Libatkan Aparat - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 26 November 2014

faisal basriAksi, Jakarta: Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri menuturkan, praktik pencurian minyak masih terus terjadi karena memang tidak ada niat aparat penegak hukum untuk memberantasnya. Oleh karenanya, dia meminta masyarakat melaporkan dugaan pencurian minyak yang merugikan negara.

Dia berjanji akan membongkar kasus pencurian minyak terutama di Sumatera Selatan yang merugikan negara termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat TNI dan Polri.

“Memangnya mereka kutu, tidak bisa dilihat. Orang yang punya data tapi takut mengadu, bisa ke clearing house,” katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, Tim Reformasi Tata Kelola Migas pasti dapat membongkar praktik pencurian minyak yang besar. “Insya Allah ada kasus yang lebih gila lagi akan kami bongkar. Tunggu saja,” katanya.

Pengamat energi ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai langkah Komite Reformasi Tata Kelola Migas membongkar kasus pencurian minyak yang diduga melibatkan oknum aparat TNI dan Polri adalah tepat.

“Saya kira ini masuk wilayah tupoksi lembaga yang dipimpin Pak Faisal. Praktik ini sudah sangat merugikan negara dan juga mengancam keselamatan warga sekitar,” katanya.

Dia berharap, komite bisa memberikan rekomendasi yang tepat untuk penyelesaian masalah yang sudah lama terjadi tersebut. Komaidi juga berharap, di era transparansi yang dijanjikan Presiden Joko Widodo, oknum TNI dan Polri yang terlibat kejahatan mendapat hukuman lebih berat. “Karena kasus pencurian ini menyangkut hajat hidup masyarakat luas,” katanya.

Praktik pencurian minyak yang merugikan negara di wilayah operasi PT Pertamina EP di Sumsel masih marak terjadi. Para pencuri mengambil minyak dengan modus melubangi pipa (illegal tapping).

Praktik yang sudah beberapa tahun terjadi tersebut, hingga kini belum berhasil diungkap juga. Diduga pencurian melibatkan sindikat dengan pemodal besar dan didukung oknum aparat tentara dan polisi nakal.

Pertamina EP sudah melakukan upaya penanganan dengan menanam pipa minyak di tanah lebih dalam lagi, namun “illegal tapping” masih terjadi. Hasil pencurian minyak mentah tersebut sebagian dijual dan lainnya dijadikan BBM dengan alat penyulingan sederhana. (Baca juga: Polda Riau Usut Senjata Api Pembunuh Polisi)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply