Username

Password

Remember me

Register

Recover password

JPU Hadirkan 5 Saksi dalam Sidang Kasus Korupsi Alkes

JPU Hadirkan 5 Saksi dalam Sidang Kasus Korupsi Alkes - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 26 August 2015

PALU HUKUMJaksa Penuntut Umum (JPU) Rahman Firdaus dan tim, menghadirkan 5 saksi masing-masing 3 dari panitia lelang dan 2 PNS Dinas Kesehatan Jabar untuk didengar keterangannya terkait dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Pengadaan Alkes Dinkes Provinsi Jawa Barat sistim gugur.

Majelis hakim yang dipimpin Eko Riyanto dalam persidangan yang digelar di ruang III Pengadilan Tipikor Bandung Rabu (26/8) mengemukakan, kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 18.663.681.112 sesuai hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Jabar.

Para saksi selaku panitia lelang (ULP) menerangkan,lelang itu diikuti 8 perusahaan yang mendapat dukungan distributor. Seluruhnya di bawah pagu. Amir selaku Tim Pendukung Teknis menyusun dan menetapkan spesifikasi teknis dalam pengadaan Pelayan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dan Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar (PONED) di tingkat Puskesmas.

Sementara mekanisme lelang menggunakan sistim gugur bila item-item panitia lelang tidak memenuhi persyarataan. Sedangkan dua saksi lainnya, Yeni dan Asep sebagai perencana/operator menjelaskan, pengadaan PONED itu diperuntukan 112 Puskesmas di 22 Kabupaten.

Saksi membuat 4 BAP yang dibuat sebenarnya, melakukan uji fungsi dan monitoring. Setelah melalui pemeriksaan dan ada jeda sebulan, barang disimpan di gudang. Secara lisan Yeni mengemukakan, PT Cahaya sebagai penyedia barang tetap harus bertanggung jawab jika ada barang yang rusak.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co