Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Warga Tuntut Pembangunan RS IMC Bintaro Dihentikan

Warga Tuntut Pembangunan RS IMC Bintaro Dihentikan - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 26 February 2017

Warga Tuntut Pembangunan RS IMC Bintaro DihentikanMengacu UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, masyarakat yang terkena dampak Lingkungan dapat dilibatkan dalam melakukan penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan dapat diumumkan melalui media massa sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Amdal dan Izin Lingkungan.

UU Tersebut diduga diabaikan oleh Proyek Pembangunan Tambah Gedung Rumah Sakit Ihsan Medikal Center (IMC) Bintaro di Jalan Jombang No 56 Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sudah sejak lama warga sekitar, khususnya Villa Bintaro Indah (VBI) menolak pembangunan RS tersebut. Pasalnya, pihak RS IMC Bintaro selama ini tidak pernah menjawab surat-surat yang sudah beberapa kali dilayangkan warga VBI, terkait juga proses perijinan lingkungan maupun rekomendasi AMDAL-nya.

Karena merasa tak ditanggapi, warga pun kompak menggelar “Aksi Bela VBI 252” agar pihak RS IMC Bintaro untuk menyetop pembangunan gedung RS yang rencananya ada 7 lantai di atas tanah seluas 2 ha tersebut.

Sekitar 300 Warga dari Perumahan Villa Bintaro Indah Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat Kota Tangsel melakukan aksi didepan Kantor Proyek pembangunan Rumah Sakit IMC (Ichsan Medical Center) Bintaro pada Sabtu (25/2/2017).

Dalam Aksi yang dinamai Aksi VBI 252 tersebut sebagai protes keras warga sekitar terhadap pihak RS IMC Bintaro agar menghentikan mega proyek pembangunan 7 lantai terkait IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang dinilai bermasalah.

“Kami kembali menggelar aksi ini karena pihak RS IMC Bintaro tidak segera merespons permintaan kami yaitu, berhentikan sementara perluasan pembangunan RS IMC yang rencananya dibangun 7 lantai ini dengan luas tanah sekitar 2 hektar,” papar Walneg selaku Kordinator Aksi kepada awak media di Perumahan Villa Bintaro Indah, Ciputat, Kota Tangsel. Sabtu (25/2/2017).

Secara tegas Walneg mengungkapkan, sebelum proses pembangunan RS IMC ini benar-benar dihentikan, maka warga setempat akan terus menggelar aksi, semakin besar jumlahnya dari waktu ke waktu.

Hal senada diutarakan Jay selaku Juru Bicara tim mediasi warga menyampaikan bahwa permintaan kami agar IMC berhenti membangun sementara sudah kami sampaikan berkali-kali melalui surat keberatan ke IMC.

“sudah 4 bulan lamanya melalui dialog terbuka dengan warga bahkan melalui mediasi yang difasilitasi oleh pihak kelurahan Jombang bahkan oleh pihak Kecamatan Ciputat, bukannya kami tidak mendukung pengembangan rumah sakit ini, tetapi sampai hari ini kami masih khawatir karena proses penelitian Amdal dan IMBnya bermasalah, “ ujar Jay.

“Dimana kami pun sebagai warga terdampak langsung tidak pernah dilibatkan dan disosialisasikan mengenai tahapan-tahapan penanganan Amdal dan tahapan proses pembangunannya yang tidak mengganggu warga,” tambahnya menegaskan.

Dirinya mengatakan saat ini pihak IMC belum transparan terhadap informasi-informasi tersebut. Tiga point penting yang menjadi tuntutan utama warga sekitar yakni berhentikan proses perluasan pembangunan RS IMC Bintaro secara total sampai semua tahapan dan informasi perizinan tersebut jelas dan benar, Perbaiki dan jalankan tahapan perizinan dan kajian AMDAL sesuai ketentuan yang berlaku. Dan yang terakhir, libatkan perwakilan warga secara terbuka dalam keseluruhan proses dan tahapan kajian AMDAL serta perizinan lainnya yang terkait dengan keselamatan warga.

Sampai hari ini, lanjutnya, bahkan warga kami sudah banyak menanggung dampak negatif dari pembangunan RS ini, antara lain karena kebisingan akibat kerja konstruksi yang sampai 24 jam, debu yang berterbangan langsung ke rumah warga, saluran air kotor yang mengalir ke sebagian perumahan warga. Belum lagi bayangan akan dampak yang lebih fatal di masa depan pasca pembangunan 7 lantai yaitu, cahaya matahari yang akan tertutup total akibat tingginya bangunan yang menutupo rumah warga, serta ancaman limbah B3 (Beracun, Berbau dan Berbahaya) yang bisa saja mengakibatkan cacat fisik maupun mental bagi warga sekitar.

Ini semua yang ingin kami ketahui dan pihak IMC belum transparan terhadap informasi-informasi tersebut. Jay menyampaikan 3 point penting yang menjadi tuntutan utama warga, yaitu: 1. Berhentikan proses pembangunan IMC secara total sampai semua tahapan dan informasi perizinan tersebut jelas dan benar. 2. Perbaiki dan jalankan tahapan perizinan dan kajian AMDAL sesuai ketentuan yang berlaku. 3. Libatkan perwakilan warga secara terbuka dalam keseluruhan proses dan tahapan kajian AMDAL serta perizinan lainnya yang terkait dengan keselamatan warga.

Pada bagian akhir pernyataan pers ini, Ketua RW 11 Villa Bintaro Indah Kel. Jombang, Bapak Herman dalam orasinya mengingatkan bahwa Warga VBI ini bukanlah warga yang bodoh dan kami sangat paham segala proses ini. Setelah tim kami meneliti awal dokumen dan proses perizinan pembangunan IMC 7 lantain ini, kami menduga banyak masalah di dalamnya. Karenanya, saya menghimbau kepada manajemen RS IMC, janganlah arogan dan hargai aspirasi warga, karena kami sudah tinggal lebih dari 20 tahun di lingkungan sini.

Warga tidak punya niat untuk menolak pembangunan RS IMC karena manfaatnya disadari akan membantu pelayanan kesehatan masyarakat luas. Namun tolong yakinkan dan tunjukan kepada warga bahwa IMC memiliki hasil kajian yang komprehensif dan jelas tentang AMDAL dan antisipasi pengerjaan proyek manusiawi, tidak mengusik ketentraman wargab, demikian Herman menutup orasinyal.(***)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply