Username

Password

Remember me

Register

Recover password

KPK Masih Pelajari Putusan Praperadilan Soal Kasus Bank Century

KPK Masih Pelajari Putusan Praperadilan Soal Kasus Bank Century - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 16 April 2018

KPK Masih Pelajari Putusan Praperadilan Soal Kasus Bank CenturyTim Biro Hukum KPK masih mempelajari putusan praperadilan soal kasus skandal Bank Century. KPK siap melakukan penyidikan lanjutan bila ditemukan dua alat bukti terkait tersangka baru.

Demikian salah satu yang diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif usai mengisi acara di Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (16/4/2018).

“Jadi walaupun tanpa ada putusan dari Pengadilan Jakarta Selatan tentang praperadilan, kalau memang sudah mencukupi dua alat bukti yang cukup pasti akan dilanjutkan,” kata Syarif.

Syarif mengatakan tindaklanjut atas putusan praperadilan dilakukan setelah kajian biro hukum dan pakar. Penyidikan Century terkait perintah penetapan tersangka baru menurut Syarif harus dilakukan sesuai prosedur yakni dimulai dari penyelidikan.

“(Perintah putusan, red) ini sesuatu yang baru, maka KPK meminta biro hukum KPK untuk melihat dan menyikapi,” sambung Syarif.

Mengenai disebutnya nama Boediono, Syarif mengatakan pemeriksaan terhadap eks Gubernur Bank Indonesia itu sudah dilakukan beberapa kali dalam perkara eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya.

“Pak Boediono sudah diperiksa beberapa kali tidak berarti bahwa harus berdasarkan apa namanya dari putusan dari pengadilan itu. Pak Boediono diperiksa sudah beberapa kali,” sebutnya.

Soal praperadilan kasus Century di PN Jaksel, eks Gubernur BI Boediono menyerahkan penanganan kasus Bank Century kepada KPK. Hakim praperadilan pada PN Jaksel sebelumnya memerintahkan KPK menetapkan tersangka baru skandal Century, termasuk Boediono.

“Kalau mengenai aspek hukum, saya menyerahkan semuanya kepada penegak hukum dan saya sepenuhnya percaya pada kearifan beliau-beliau ini,” kata Boediono setelah mengisi orasi ilmiah di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, Depok, Jumat (13/4).

Boediono juga bicara soal andil mengelola perekonomian Indonesia saat menghadapi krisis global pada 2008. “Dalam kehidupan seseorang, sangat jarang untuk dapat kesempatan memberikan sesuatu yang berarti kepada bangsa dan kesempatan ini,” sambungnya.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

www.aksi.co @Copyright 2018