Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Memeras, Oknum Polisi Divonis 8 Bulan Penjara

Memeras, Oknum Polisi Divonis 8 Bulan Penjara - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 7 March 2018

Memeras, Oknum Polisi Divonis 8 Bulan PenjaraSeorang oknum polisi bernama Briptu Anton T, 35, hanya bisa pasrah ketika divonis 8 bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (6/3).

Terdakwa pemerasan yang bertugas di Polda Sumsel itu dinyatakan bersalah karena memeras saksi korban, Rika Yustini.

Vonis tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Ursula Dewi SH dengan pidana pejara selama setahun 3 tahun.

“Dari semua fakta dan barang bukti yang terungkap di persidangan, terdakwa terbukti melanggar pasal 368 ayat (1) dan (2) KUHP,” kata Paluko Hutagalung SH saat membacakan amar putusan terhadap terdakwa, Selasa (6/3).

Atas vonis tersebut, majelis hakim memberikan kesempatan bagi terdakisiwa ataupun penasihat hukum serta JPU untuk menyatakan sikap. Apakah menerima atau menolak dan menyatakan banding atas vonis tersebut.

“Saya kasih waktu seminggu untuk menentukan sikap,” tegasnya.

Sementara itu, terdakwa didampingi penasihat hukumnya memilih untuk pikir-pikir dan akan konsultasi dengan penasihat hukum. “Kita pikir-pikir dulu yang mulia,” terangnya di hadapan majelis hakim.

Sekadar mengingatkan, terdakwa bersama tiga rekannya, M Zailani, M Yusuf keduanya berkas terpisah) dan Predi (DPO) di Jl Panca Usaha, Lr Cempaka, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I pada 1 Oktober 2017 mendatangi rumah korban, Rika Yustini dan melakukan penggeledaan dan mengambil ponsel dan sajam yang ada di rumah tersebut.

Tak hanya itu, terdakwa juga mengambil uang Rp 7.85 juta dari dalam dompet dan uang dari lipatan pakaian sebesar Rp 1,8 juta serta Rp 450 ribu dari dalam kamar. Selain itu, terdakwa juga hendak membawa suami korban, Helwani dan anaknya, Laura.

Untuk membebaskan suami korban yang dituduh sebagai bandar narkotika, terdakwa meminta uang Rp 200 juta. Tapi tidak ada uang, akhirnya diturunkan menjadi Rp100 juta dan terakhir jadi Rp 50 juta.

Karena saksi mengalami mengalami sesak napas, terdakwa menurunkan saksi di RSI Siti Khadijah setelah terjadi negosiasi di dalam mobil di halaman parkir Hotel Swarna Dwipa. Setelah itu, tidak lagi bertemu dengan terdakwa.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply