Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Wendih Widya Nyaman Jadi Sinden

Wendih Widya Nyaman Jadi Sinden - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 31 March 2018

Wendih Widya Nyaman Jadi SindenWendih, putri keluarga Deni Supriatna dan Ayi Sumarni, sudah menetapkan hati untuk mendedikasikan hidupnya kepada musik tradisi Sunda. Dan, menjadi sinden, sudah menjadi pilihan hidupnya.

Seperti seniornya, Rita Tila, yang meski pun merambah berbagai genre musik, tetap memandang dirinya sinden, pemilik nama lengkap Wendih Widya Rahayu ini pun begitu.

“Saya, dengan teman-teman di grup GSA, memang sedangkan menyiapkan album Pop Sunda. Tapi, saya tetap sinden. Saya datang dari musik tradisi, dan akan tetap mengusung musik tradisi. Pop Sunda yang sedang kami siapkan pun kental dengan warna tradisi. Lagunya diantaranya Entog Mulang Naek Buah Kawung, Kidung Naek Wangsit Siliwangi, Ngalengis, Citangis Ati,” tutur Wendih ketika diwawancara wartawan Aksi.co di Air Studio, Cijawura, Bandung, Kamis malam (22/03/18).

Wendih tidak tergiur untuk pindah ke genre musik lain. “Saya pernah ditawari rekaman dangdut, tapi gimana ya, hati saya sudah di musik tradisi Sunda. Saya sudah merasa nyaman jadi sinden,” ucap alumnus Jurusan Karawitan ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Bandung tahun 2014 ini.

Wendih tidak risau dengan prospek profesi sinden. “Orang boleh saja bilang masa depan sinden tidak cerah, tapi untuk saya pribadi, profesi sinden itu bisa menopang hidup. Dari pendapatan sebagai sinden, saya bisa hidup layak dan mandiri, bisa mengumpulkan modal untuk bisnis,” papar sinden yang sejak kecil menyukai wayang golek.

“Saya lagi merintis usaha Galeri Kostum dan Rias Pengantin,” lanjut Wendih, “Lagi pula, pasar musik tradisi tidak sempit. Pasarnya bukan hanya Jabar tapi luar Jabar, bahkan ke luar negeri,” papar sinden yang sudah tampil di lima negara dan kerap manggung di luar Jawa.

Optimisme Wendih tentang profesi sinden, terungkap dari pendapatnya, “Semaju apa pun zaman, akan tetap ada tempat untuk musik tradisi, akan tetap ada tempat untuk profesi sinden,”.

Jadwal show Wendih rapat dan padat. Bersama grup GSA dan grup kesenian wayang golek “Putra Munggul Pawenang” pimpinan Dandan Dede Amung Sutarya, setiap Sabtu dan Minggu bisa dipastikan Wendih on stage. “Kalau lagi ramai malah bisa tiap hari manggung,” ucapnya sambil melempar senyum manis.

 

Yosie Wijaya

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply