Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Dose Hudaya Merespon Era Digital di Industri Musik

Dose Hudaya Merespon Era Digital di Industri Musik - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 13 February 2017

Dose Hudaya Merespon Era Digital di Industri MusikTeknologi digital memang secara cepat merubah wajah peradaban dunia. Jika dulu karya lagu atau musik dipasarkan dalam bentuk piringan hitam, kemudian kaset dan disc yang dijual di toko konvensional, sekarang dipasarkan dalam bentuk RBT (Ring Back Tone) atau disc yang dijual di toko online.

Dose Hudaya, pencipta lagu dan produser rekaman senior di Bandung, termasuk sosok yang menyadari terjadinya perubahan global, dan dengan cepat merespon perubahan yang revolusioner itu.

“Sejak 2013, DHP sudah memasarkan karya lagu lewat jalur online store besar di dunia, seperti misalnya Amazon dan iTune. Sedangkan bisnis RBT sejak 2009, sejak memproduksi album kompilasi Pop Sunda Bentang Bentang,” jelasnya. DHP (DH Production) adalah label milik Dose yang berkibar sejak awal dekade 90an.

Sejak 2015 Dose berjaya di jalur RBT. Lagu-lagu ciptaannya yang dibawakan oleh grup band Repvblik dan Hijau bertengger di jajaran 10 besar dari 100 top download RBT di sebuah operator selular.

Bahkan lagu “Aku Tetap Cinta” yang dibawakan oleh Repvblik , pada tahun 2016 selama beberapa bulan bertengger di peringkat satu. Lagu-lagu hits karya Dose yang berjaya di jalur RBT diantaranya “Aku Tetap Cinta” (Repvblik), “Ku Tetap Sayang” (Hijau Daun), “Sesuatu Yang Sempurna” (Hijau Daun), “Sesakit-sakitnya” (Ruri Wantogia) dan “Pesan Dari Hati” (Ruri Wantogia feat Cynthia Ivana).

“Di era digital sekarang ini ketika kita merilis single di Indonesia, maka kita langsung bersaing dengan puluhan ribu lagu dari Indonesia sendiri dan dari luar negeri. Begitu pula jika kita merilis lagu di luar negeri, saingannya seperti itu,” kata Dose.

“Belajar dari pengalaman,” lanjut seniman yg juga lawyer ini, “dalam persaingan industri musik yang semakin tajam, baik dengan musisi dalam negeri maupun luar negeri, kita harus semakin cerdas membaca pasar, musik seperti apa yang diminati konsumen. Jika orientasinya ke bisnis tentu harus mengenyampingkan ego kita…,”.

 

Yosie Wijaya

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply