Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pentas Akbar Musik Sunda 2014

Pentas Akbar Musik Sunda 2014 - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 8 October 2014

Pentas Akbar Musik Sunda 2014Pentas Akbar Musik Sunda 2014 sejak dideklarasikan pada 25 Mei 2008 di Gedung “Sunan Ambu” STSI Bandung, baru kali ini Panaratas (Paguyuban Seniman Rekaman Tatar Sunda) akan menggelar pentas musik dalam skala besar.

Acara yang akan digelar Minggu 26 Oktober 2014 di Lapangan Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta (Gedebage) Bandung itu dijadwalkan pukul 09.00 sampai 23.00. Acara tersebut diberi nama “Pentas Akbar Musik Sunda 2014” dengan Tagline “Sauyunan Ngalestarikeun Budaya Sunda”.

Menurut penuturan Dose Hudaya, produser dan pencipta lagu yang mempunyai label DHP (DH Production), dan mengetuai Panaratas sejak 2013, materi acara terdiri dari dua kelompok, yaitu Tradisi Sunda dan Pop Sunda.

“Pentas akbar ini merupakan perwujudan Idealisme untuk merawat atau ngamumule budaya Sunda, tanpa ada motif-motif lain.

Motivasinya hanya satu, yaitu melestarikan budaya Sunda. Dalam pentas ini ditampilkan Seni tradisi yang pernah berjaya tapi sekarang meredup, seperti reog dan jaipongan. Juga ditampilkan Seni tradisi yang kurang atau tidak disentuh oleh industri sehingga eksistensinya dikhawatirkan terancam punah, seperti Beluk.

” Untuk sesi Pop Sunda, akan tampil bintang-bintang yang pada saat ini eksis,” ujar Dose

Dose juga menandaskan, untuk mewujudkan pentas akbar ini, Panaratas tidak mengedarkan proposal sponsorship.

“Kami berusaha mewujudkan Idealisme ini dengan tenaga sendiri, dengan keuangan swadaya. Keikutsertaan para seniman pun sifatnya partisipatif. Jadi modal utama kami, para seniman yang terlibat dalam pentas akbar ini, adalah kecintaan kepada budaya Sunda,” tandas Dose.

Kesenian tradisional Sunda yang akan dipentaskan, diantaranya Calung, Reog, Angklung, Jaipongan, Tari Merak, Beluk, Kendang Penca, Benjang Helaran, Singa Depok, Wayang Golek, Karinding.

Tampil juga grup-grup kreatif seperti Galengan Awi yang memainkan instrumen musik dari bambu, dan Samba Sunda yang kerap melanglangbuana dengan konsep World Music-nya. Pihak Polda Jabar pun akan menyuguhkan permainan grup angklungnya.

Dari wilayah Pop Sunda akan turun Doel Sumbang, Artis Bentang-Bentang DHP (Wina DH, Ayank Andriani, Salma Kurnia, Florina, H Dose Hudaya feat Debu, Dinasti Darso, Florina, Geby Ge feat Bukan Barakatak, Wina J), Rita Tila, Nining Meida, Rika Rafika, Rya Fitria, Dewi Azkiya, H Dody Mansyur, Bah Dadeng, Yayan Jatnika, Kunkun, Nais Larasati, Dayu AG, Deddy Dores, Neneng Fitri, Bungsu Bandung.

Akan tampil pula grup Debu dengan lagu-lagu Islaminya. Dari wilayah Rap Sunda akan tampil Ebieth Beat A. Bahkan Kapolda Jabar pun, Irjen Pol M Iriawan, akan “kaul” dengan melantunkan lagu “Pangandaran” yang populer lewat vokal Doel Sumbang.

Selaku Ketua Umum Panaratas, Dose berharap semangat “Sauyunan Ngalestarikeun Budaya Sunda” tidak berhenti sebatas pergelaran ini, tetapi terus tertanam dalam hati sanubari para seniman Sunda dan terwujud dalam setiap kiprah keseniannya.(Yosie Wijaya)***

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply