Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Desember Film Supernova Mulai Tayang

Desember Film Supernova Mulai Tayang - Aksi.co

Penulis Aksi | Thursday 6 November 2014

Desember Film Supernova Mulai TayangAksi. Film Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh yang diangkat dari novel laris karya Dewi “Dee” Lestari siap meramaikan bioskop dan mulai tayang 11 Desember 2014.

PT. Soraya Intercine Films berani mengeluarkan bujet yang cukup tinggi dengan mengambil lokasi syuting di Washington, Jakarta, Bali, Medan, Madura, dan Labuan Bajo.

“Sampai saat ini biaya masih jalan, jadi belum tahu pastinya, tetapi memang besar. Lokasinya kami pilih berdasarkan karakternya dan kami punya endingyang surprise dari film ini,” kata produser Film Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh Sunil Soraya di Jakarta, Kamis.

Menurut Sunil, dibutuhkan waktu sampai tiga tahun untuk mencari pemain yang cocok dengan karakter-karakter di novel roman science itu.

Akhirnya terpilih Herjunot Ali (Ferre), Raline Shah (Rana), Paula Verhoeven (Diva), Fedi Nuril (Arwin), Arifin Putra (Reuben), dan Hamish Daud (Dimas). Para pemain diberi waktu sampai enam bulan untuk pendalaman karakter dan berdialog. “Bahkan ada beberapa pemain yang kami ganti. Reuben salah satu yang sulit atau Rana yang suaranya bisa match dengan suara yang saya bayangkan saat baca novelnya,” jelas Sunil.

Ia memang mengaku total dalam menggarap film ini setelah selama lima tahun lebih akhirnya mendapatkan izin dari sang penulis Dewi Lestari. Menurut Sunil, Dewi tidak terlibat dalam film ini dan memercayakan skenario serta pemilihan pemain kepadanya.

“Setelah dapat izin dari Dewi, saya mulai kupas novel satu persatu supaya ceritanya masuk akal dan feeling-nya dapat. Lalu dibuat skrip dan dikasih ke Dewi untuk dibaca, buat skripnya menghabiskan waktu dua tahun lebih,” ujar Sunil.

“Esensi cerita dan isinya itu 100 persen sama seperti novel tapi dalam halnya film ada ekstra visualisasi yang kita dituangkan dalam gambar,” tambah Sunil.

Ia pun memercayakan sutradara Rizal Mantovani untuk memvisualisasikan buku tersebut. (Baca juga: Victoria Beckham Pengusaha Top di Inggris)

“Saat menerimanya, saya senang setengah mati tapi juga gugup karena ini karya fenomenal,” kata Rizal.

Ia berharap penonton mendapatkan kepuasan yang berbeda dari karya-karya sebelumnya.

“Setiap kali memfilmkan novel, tantangan mediumnya berbeda. Ini merupakan adaptasi karya yang harus disesuaikan dengan medium film. Jadi secara keseluruhan proses mengalami adaptasi dengan mempertahankan roman danscience,” ujar Rizal yang juga merangkum keindahan alam dalam film ini.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply