Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Dose Hudaya: Pencipta Lagu Harus Selalu Update

Dose Hudaya: Pencipta Lagu Harus Selalu Update - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 1 April 2017

Dose Hudaya“Saya pertama kali menciptakan lagu pada tahun 1986,” ucap Dose Hudaya membuka perbicangan di studio rekaman pribadinya yang canggih di Jalan Cilengkrang I, Kota Bandung, Kamis (23/3).

“Tahun 1988 saya memberanikan diri masuk ke industri, merekam lagu-lagu ciptaan saya dalam album kompilasi Pop Indonesia. Penyanyinya antara lain Broery Pesulima, Yopie Latul, Emilia Contessa, Christine Panjaitan, Ronny Kahitna, Elma Theana, Utha Likumahuwa, Deddy Dores, Melly Goeslaw dan lainnya, ” papar pencipta lagu merangkap produser rekaman ini.

Sejak tahun 1988 itu Dose eksis di industri musik tanah air. Kancah industri musik pop Sunda mulai diterjuninya pada awal dekade 90-an, lewat kwartet wanita cantik D’Hebring , D’Imut dan D’Bodor.

“Saya sedang menginventarisir lagu-lagu ciptaan saya. Membongkar arsip-arsip rekaman lama yang masih memakai teknologi analog. Jumlah yang sudah terinventarisir 300 lagu,” papar suami dari penyanyi Wina DH dan ayah dari penyanyi Cynthia Ivana.

Belakangan ini, selama 8 tahun terakhir, puluhan lagu-lagu ciptaan Dose menjadi hit lewat vokal banyak artis, dengan bermacam-macam genre, Sunda, Dangdut dan Pop Indonesia diantaranya Sule (“Susis”), band Repvblik (“Aku Tetap Cinta” dan “Sayang Sampai Mati”), band Hijau Daun (“Ku Tetap Sayang” dan “Sesuatu Yang Sempurna”), duet Ruri Republik dan Cynthia Ivana (“Pesan Dari Hati”), dan Doel Sumbang (“Jangan Hakimi Hatiku”).

Menurut Handoko Kusumo (produser senior dari Harpa Record Jakarta), seperti penuturan Dose, selama lebih 30 tahun berkecimpung di dunia rekaman dan membeli ribuan lagu dari pencipta lagu, dia baru menemukan pencipta lagu seperti Dose yang bisa bikin lagu bagus dalam berbagai genre musik.

“Umumnya pencipta lagu itu punya karakter khas yang mudah dikenali tapi kalau Kang Dose bisa bikin lagu bagus bermacam-macam genre yang pas dengan karakter penyanyinya,” kata Handoko seperti dikutip oleh Dose.

“Pencipta lagu itu harus selalu meng-update diri dengan memperkaya perbendaharaan bahasa, memahami istilah-istilah yang sedang populer di masyarakat, memahami isu-isu yang sedang hangat. Seperti saya memasukan kata hoax dan cuitan dalam lagu ‘Susis Juga Manusia’ yang dinyanyikan oleh Sule. Hoax dan cuitan khan merupakan kata yang sedang populer. Termasuk juga kata-kata yang populer dalam bahasa gaul, seperti kata kepo. Pencipta lagu juga harus pintar berimajinasi dalam mengambil tema dan membuat lirik lagu. Contohnya, jika kita sedang gembira kita harus bisa membuat lagu sedih, atau sebaliknya. Dengan imaginasi, kita akan bisa memasuki sebuah situasi yang kita sendiri belum pernah atau sedang tidak mengalami,” papar Dose tentang kiat-kiat dalam menciptakan lagu.

Inspirasi

Bagi Dose, di sisi lain, menciptakan lagu juga merupakan kegiatan refreshing di tengah kesibukan profesionalnya sebagai pengacara dan penasihat hukum papan atas, namun ketika diangkat ke industri tentu tidak terlepas dari segi bisnisnya, artinya bukan hanya sekedar kwalitas tapi harus punya nilai jual, untuk itu kita harus tau betul marketnya, siapa sih konsumennya saat ini.

“Saya punya hobi bermain musik, sejak bocah saya sudah main band bocah, papar pencipta lagu yang beberapa karyanya menempati peringkat 1 Top Download RBT di sebuah operator seluler terbesar di Indonesia.

“Tidak jarang inspirasi lagu datang ketika saya sedang melakukan kegiatan sebagai praktisi hukum. Contohnya, inspirasi lagu pop Sunda ‘Halangan Diri’ yang dinyanyikan mendiang Darso datang ketika saya sedang berbincang via telefon dengan klien. Tiba-tiba datang inspirasi berupa rangkaian notasi yang sudah berupa lagu utuh. Saya biarkan saja klien bicara sementara inspirasi mengalir, dan saya cuma bicara iya iya saja…,” papar Dose sambil tersenyum.

Menurut Dose, yang juga Ketua Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jawa Barat, banyak inspirasi yang datang sudah berupa lagu utuh, jadi hanya tinggal mencari tema dan syair yang cocok dengan alunan notasi. “Alhamdulillah. Bagi saya itu anugerah dari Allah Swt yang patut disyukuri,” ucapnya menutup perbincangan.*** Yosie Wijaya

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply