Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Hampir Semua Kanker Payudara Tak Timbulkan Nyeri

Hampir Semua Kanker Payudara Tak Timbulkan Nyeri - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 25 October 2014

Hampir Semua Kanker Payudara Tak Timbulkan NyeriAksi. – Sekitar 98 persen kanker payudara tak menimbulkan rasa nyeri kepada penderitanya.

Hal ini salah satunya yang menyebabkan penderita tidak menyadari dirinya menderita kanker dan terlambat melakukan pengobatan.

“Ada atau tidaknya nyeri tidak menjamin…sebab 98 persen penderita kanker payudara tidak mengalami nyeri, tiba-tiba entah benjolan atau ukuran payudaranya membesar,” ujar konsultan bedah payudara, dr. Alfiah Amiruddin MD, MS, di Jakarta, Jumat.

Kanker payudara merupakan tipe kanker yang sangat unik. Ada yang tampil dengan benjolan dan ada pula yang tidak sama sekali menampilkan benjolan.
Pada tipe yang tidak menampilkan benjolan, lanjut dr. Alfiah, biasanya pada bagian atas kulit yang terkena kanker akan sedikit memerah. Sementara saat diraba pun tak terasa ada benjolan.

Di samping itu, lokasi yang terkena kanker tidak bisa ditentukan apakah di payudara sebelah kanan atau kiri, dekat ketiak atau di bagian lainnya. (Baca juga: Terima Kasih SBY Hanya Sesaat)

“Lokasi terkena kanker tidak bisa ditentukan kanan atau kirinya. Tetapi 45 persen kanker terjadi di dekat ketiak atau bagian upper outer,” kata dr. Alfiah.

Namun, kata dia, merupakan hal yang sangat mungkin sel kanker menyebar ke lokasi lain melalui pembuluh darah dan saluran limfa ke berbagai lokasi lain, seperti paru-paru, hati, usus, hingga mata.

“Kanker payudara bisa menyebar melalui pembuluh darah dan saluran limfa…Kanker ini paling sering menyebar ke paru-paru, hati, ada juga beberapa yang menyebar ke usus dan mata,” kata dia.

Oleh karena itu, untuk menghindari tingkat keparahan, dr. Alfiah pun menyarankan para perempuan untuk melakukan deteksi dini, terutama saat merasakan ada benjolan di payudaranya. (Baca juga:
“Kalau ada benjolan segera periksakan ke dokter. Untuk usia di bawah 40 tahun disarankan melakukan pemeriksakan ultrasound dan sebaiknya memeriksakan diri seminggu setelah haid. Sementara untuk usia di atas 40 tahun bisa melakukan pemeriksaan mamografi,” ujar dr. Alfiah.

“40–70 persen pasien kanker payudara baru menemui dokter saat sudah berada di stadium lanjut,” pungkasnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co