Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Kemendagri Gelar Seminar Pendidikan Politik Mahasiswa

Kemendagri Gelar Seminar Pendidikan Politik Mahasiswa - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 22 March 2017

Kemendagri Gelar Seminar Pendidikan Politik MahasiswaBertempat di Aula Utama Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Prima Graha, Sabtu, 18 Maret 2017, Kemendagri yang menggandeng beberapa elemen Seperti Lembaga HIMAPUTRA dan Resimen Mahasiswa MAHABANTEN mengadakan acara Seminar Politik Kebangsaan dengan tema “Pentingnya Kesadaran Politik Bagi Masyarakat dan Mahasiswa”. Acara yang terutama diperuntukkan untuk mahasiswa ini berlangsung pukul 13.00 WIB hingga 16.30 WIB.

Menurut ketua Ketua STIM Dr. Muljadi, MM, dalam sambutannya menuturkan, Dalam kesempatan ini Mahasiswa harus mencoba melihat dunia perpolitikan Indonesia yang semakin lama semakin taktis.

“Mahasiswa sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia harus peka terhadap dunia politik di Indonesia, apalagi dengan adanya pemerintahan baru hasil Pilpres 2014 kemarin. Oleh karena itu seminar ini sangat bagus untuk memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswa tentang pentingnya peran politis anak-anak kampus dimasa mendatang”. Tuturnya.

Dijelaskannya, Yang membedakan mahasiswa dengan elemen masyarakat lainnya adalah karena mahasiswa adalah kelompok masyarakat dengan ciri utama bernalar. Yang diandalkan adalah akal (nalar) dan bukan otot, yang berbeda dengan disiplin mati yang menafikan kelenturan menerima argumentasi dan alternatif. “Akumulasi pengetahuan adalah suplemen yang menjadi landasan pijak dalam setiap gerak mahasiswa”. Tuturnya.

Senada dengan Ketua STIM, Dalam Sambutannya, Direktur Ormas Ditjen Politik dan PUM Kemendagri yang diwakili Prayogo mengatakan, pendidikan politik mesti lebih diketengahkan lagi, agar masyarakat dan mahasiswa lebih peduli terhadap masalah perpolitikan, dengan mengembangkan dan mengkritisi banyak hal. “Kita berharap keterlibatan lintas elemen masyarakat semakin ditingkatkan guna memberikan kontribusi terhadap proses pendidikan politik, demi perbaikan negri ini,” jelasnya saat seminar.

Dijelaskannya, proses rekruitmen politik menjadi agenda penting dalam memilih pemimpin. Meski begitu, proses rekruitmen politik mesti dikritisi agar proses politik bersandingan dengan kesejahterakan masyarakat. “Hak berdemokrasi penting dipahami sebagai hak rakyat, Kita berharap partai melakukan rekriutmen dan kaderisasi yang baik, agar masyarakat mendapatkan daftar calon pemimpin yang memiliki integritas dan kepekaan kepada persoalan masyarakat umum,” tegas Prayogo.

Sementara itu, Humaedi, M.Pd.i dalam materinya juga menyampaikan peran emas mahasiswa dalam perjalanan sejarah Indonesia. Dimana Generasi emas gerakan mahasiswa biasa terklasifikasi dalam lima era. Tahun 1908, masa dimana konsolidasi pemuda memelopori kebangkitan nasional. Dua puluh tahun kemudian, tepatnya tahun 1928, elemen pemuda menyatukan semua lapisan masyarakat nusantara dalam satu sumpah pemuda. Tahun 1945, pemuda disebut-sebut punya andil terhadap kemerdekaan Indonesia.

lebih lanjut dikatannya, Angkatan 1966, melalui Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia (KAPPI) meninggalkan jejak perjuangan dengan menggulingkan Soekarno dan mengakhiri rezim Demokrasi Terpimpin. “Sementara elemen mahasiswa era 1998, berjasa menurunkan Soeharto yang sekaligus menandai masa reformasi”. Katanya.

“Torehan itu menandai satu peran yang sangat signifikan dalam laju sejarah gerakan mahasiswa, yakni peran politik. Keterlibatan mahasiswa dalam spektrum politik dilewatinya dengan melakukan kerja-kerja politik meski dengan tujuan yang berbeda”. Pungkasnya.(JWI)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply