Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Cara Mahasiswa RI Jalani Ramadan di Negeri Asing

Cara Mahasiswa RI Jalani Ramadan di Negeri Asing - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 17 July 2015

StunedSuasana Ramadan di setiap daerah, apalagi negara, tentu berbeda. Bagaimana ya mahasiswa Indonesia melewati Ramadan di negeri asing, terutama di wilayah dengan minoritas muslim.

Mahasiswa asal Indonesia di Nanchang University, Tiongkok, Siti Marwah mengaku, sebisa mungkin dia menghidupkan suasana Ramadan di negeri Tirai Bambu tersebut. Minimal dengan teman seasrama.

“Kebetulan ada kamar teman Indonesia yang kosong (penghuninya lagi di Indonesia). Kami menyulapnya menjadi mushalla. Di sanalah kami salat lima waktu dan tarawih berjamaah,” ungkap Marwah, melalui surat elektroik, belum lama ini.

Sesekali, kata Marwah, mereka juga mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan sejumlah mahasiswa muslim yang ada di Tiongkok. Biasanya, sesama mahasiswa saling bergantian menyiapkan menu berbuka puasa.

“Selain itu, sesekali kami ke masjid di Nanchang untuk buka puasa dan tarawih bersama dengan penduduk lokal. Kebanyakan dari mereka adalah orang Xinjiang dan Anhui, yaitu dua daerah berpenduduk muslim di China,” ujarnya.

Sementara itu, bagi Mohammad Fikri Pomalingo, menjalani puasa di Jepang berarti harus lebih selektif dalam memilih makanan. Dia harus bisa menjamin kehalalan makanan yang dikonsumsinya.

“Semua harus diubah. Selama tinggal di sini baik ramadan ataupun bulan lain, saya harus masak sendiri. Hal ini saya lakukan di samping untuk menghemat, juga untuk menjamin kehalalan makanan dibanding membeli di rumah makan dan restoran,” tuturnya.

Fikri menambahkan, dia sudah menemukan strategi dalam menemukan tempat untuk berbuka puasa. Biasanya, dia berbuka puasa di masjid dengan teman-temannya yang juga warga asing.

Kegiatan buka puasa bersama ini rutin dihelat masjid setiap hari selama Ramadan. Penyelenggaranya bisa dari kalangan mahasiswa ataupun warga negara asing yang sudah menetap di Sapporo, Jepang. Tidak heran, setiap hari menu berbuka pun beragam dengan makanan khas dari Indonesia, Mesir, Arab Saudi, China (Ugor), Pakistan, Bangladesh, Malaysia dan Maroko.

“Di samping mendapat takjil, saya juga bisa mendapatkan makanan berat seperti nasi, daging ayam, daging sapi dan salmon jika berbuka puasa di masjid,” tambahnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply