Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Tanam Bambu Secara Terprogram Tingkatkan Ekonomi

Tanam Bambu Secara Terprogram Tingkatkan Ekonomi - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 12 February 2017

Aktivis Gerakan Hejo Rizky Ramdani “Astro” dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, Eka Santosa

Manfaat penanaman bambu secara terprogram di bantaran sungai Ciliwung dari sisi ekonomi dan lingkungan hidup bisa melahirkan ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja. Angka kemiskinan pun bisa berkurang.

Demikian disampaikan oleh Rizky Ramdani “Astro” aktivis dari Gerakan Hejo yang juga berkiprah di Forum DAS Citarum, sambil menunjukkan sejumlah data hasil kajian dari berbagai lembaga penelitian.

“Manfaat lainnya, bisa menimbulkan sumber mata air baru, oksigen segar pun bisa muncul,” uacapya.

Sementara Dadan Ramdan Direktur Eksekutif Walhi Jabar, langsung mereaksi dengan positif ikhwal rancangan tersebut. Menurutnya, ide ini sebaiknya segera diimplementasikan di lapangan. Hendaknya pula, mensinergikan rancangan ini dengan para pegiat dan pecinta bambu yang kini banyak bermunculan di Tatar Sunda.

“Banyak nantinya budayawan dan pecinta lingkungan, bisa terlibat pada program yang bagus ini,” ucapnya.

Secara terpisah representatif pegiat anti korupsi dan lingkungan yang tergabung pada DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Abah Landoeng (91), hampir setali tiga uang dengan Dadan Ramdan. ”Lanjutkan program ini. Sangat bagus untuk lingkungan dan masyarakat. Libatkan Abah, bila program ini akan diterapkan di lapangan,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, Eka Santosa, kondisi sungai Citarum yang kini 90%-nya telah tercemar berat, hal tersebut sangat sangat disayangkannya, karena hampir semua dinas terkait hanya menghambur-hamburkan dana APBD dan APBN.

“Ibaratnya sungai ini bak gadis cantik yang sudah diperkosa beramai-ramai, lalu dibunuh dan ditinggalkan begitu saja. Program pembangunannya hanya berjangka pendek. Peran budaya dan kearifan lokal, banyak ditinggalkan. Inilah hasilnya,” pungkas Eka yang akan serius mengimplementasikan program ini.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply