Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Sehat dalam Empat Menit

Sehat dalam Empat Menit - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 9 February 2014

OLAH RAGATak seperti latihan konvensional, hanya perlu waktu empat menit untuk melakukan Tabata. Waktu ini bisa jadi lebih cepat daripada kegiatan berselancar di jejaring sosial. Sudah pasti, kegiatan makan siang orang kantoran jauh lebih lama. Tapi jangan meremehkan angka tersebut karena efeknya jauh lebih hebat daripada berlari atau berjalan di treadmill selama setengah jam.

Metode latihan ciptaan Profesor Izumi Tabata dari Jepang ini intensitasnya supertinggi. Siapa pun, setelah melakukannya, akan merasa lelah, pegal-pegal, sampai mual. Sang professor menciptakan Tabata berdasarkan riset terhadap para atlet speedskating. Hasil studi itu menemukan sebuah pakem baru dalam dunia olahraga yang mampu menaikkan konsumsi oksigen para atlet dan menurunkan kalorinya.

Profesor Tabata juga mengklaim olahraga ciptaannya ini mampu mencegah diabetes, dan tubuh akan membakar kalori 12 jam setelah melakukannya. “Ketika pertama kali melakukan sesi Tabata, saya tidak tahu apa yang memukuli tubuh saya,” kata pemenang medali perak Olimpiade cabang senam, Louis Smith, kepada Telegraph, beberapa waktu yang lalu.

Sebenarnya gerakan Tabata seperti layaknya olahraga lain. Yang perlu diperhatikan adalah waktunya. Dalam waktu yang sangat terbatas itu harus mencakup 20 detik gerakan berintensitas tinggi, kemudian istirahat 10 detik. Lalu lakukan gerakan lainnya selama 20 detik, istirahat lagi 10 detik. Begitu seterusnya selama 4 menit atau dalam delapan kali interval.

Jenis gerakannya bisa angkat beban, berlari, push-up, sit-up, skipping, jumping jack, dan lainnya. Semua tergantung kebutuhan. Kalau ingin melatih kekuatan dan membentuk tubuh, bisa dengan sit-up, squat, dan angkat beban. Tapi, kalau mau lebih fokus pada kesehatan jantung, bisa berlari cepat dan skipping. Berlari menaiki tangga dalam interval waktu yang cepat juga bisa masuk dalam olahraga ini.
Jangan terlena dengan waktu 20 detik tersebut. Latihan akan menjadi sia-sia kalau tidak memacu diri untuk meningkatkan intensitas tubuh dan detak jantung. Motivasi dan memacu diri sangat penting dalam olahraga ini. Namun jangan lupakan sesi pemanasan dan pendinginan untuk menghindari cedera. Sehari setelahnya, jangan lupa untuk beristirahat buat memulihkan stamina.

Orang yang sibuk bekerja atau ibu rumah tangga yang tidak punya waktu untuk diri sendiri cocok dengan olahraga ini. Hemat waktu memang menjadi keunggulan Tabata. Tapi tak semua orang bisa melakukannya. Yang memiliki riwayat sakit jantung dan tekanan darah tinggi harus berkonsultasi dengan dokter lebih dulu.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co