Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Ade Rudiana Keliling Dunia Berkat Kendang

Ade Rudiana Keliling Dunia Berkat Kendang - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 5 December 2016

ade-rudianaPernah nonton acara YKS di salah satu stasiun tv nasional? Jika pernah berarti sudah menikmati salah satu kreasi musik Ade Rudiana (51), seniman perkusi yang juga dikenal dengan sapaan gaul Ade Idea, karena dia adalah pendiri dan pemimpin kelompok perkusi “Idea Percussion”.

Di lahirkan dan dibesarkan di Kampung Ciburulung, Tanjung Kerta, Kabupaten Sumedang, Jabar, setamat SMA, Ade melanjutkan studi di ASTI Bandung yang sekarang menjad ISBI Bandung. Ade masuk jurusan Karawitan dan mengambil spesialisasi perkusi.

“Di kampung saya ada seorang penabuh kendang yang andal. Namanya Mang Dayat. Saya mengaguminya dan ingin menjadi penabuh kendang seandal beliau. Obsesi itu yang mendorong saya masuk ASTI,” ujar Ade ketika ditemui di Studio Air, Cijawura, Bandung, usai rekaman untuk kepentingan penyusunanan disertasi Doktor-nya di ISI Yogyakarta.

Kemampuan dan wawasan akademis nya sebagai pemusik tradisi membawa Ade memasuki wilayah gaul diluar asal usulnya. Ade bergaul erat dengan kalangan jazz, dan kerap berkolaborasi dengan pemusik jazz papan atas dalam dan luar negeri. Bersama Krakatau Band, Ade kerap tampil di berbagai festival jazz prestisius di mancanegara. Ade gabung dengan Krakatau sejak tahun 1991.

Keliling Dunia

Festival jazz terkenal di dunia yang pernah diikuti oleh Ade, baik bersama Krakatau mau pun misi budaya dari almamaternya yaitu North Sea Jazz Festival (Belanda), Montreux Jazz Festival ( Swis), Umbria Jazz Festival (Italy), Viena Jazz Festival (Viena Austria), Manly Jazz (Sydney Australia), Chicago Jazz Festival (USA), Toronto Jazz Festival (Canada), Vancouver Jazz Festival (Canada), International Uzbek Jazz Festival (Uzbekistan), April Spring Art Festival ( Pyongyang, Korea Utara), Dan, tentu saja Java Jazz Festival.

“Tahun 2013 maen duo bersama Bobby Mc Ferryn (peraih 10 Gramy Award) di Java Jazz Festival,” ungkap Ade yang juga sedang sibuk mempersiapkan Konser HUT Trans TV 15 Desember 2016.

“Wilayah asal saya memang musik tradisi Sunda, tapi wilayah gaul saya bisa macam-macam wilayah, termasuk dengan jazz dan World Music. Pesan dari kakek buyut saya, seniman itu, dalam konteks kekaryaan, harus ‘miindung ka waktu mibapa ka zaman’, maksudnya harus selalu up date,” ujar suami dari Mia Sumiati dan ayah dari Kinanti Putri Rudiana, Kintan Taqya Rudiana (almh) dan Kayla Lugina Rudiana.

Harry Roesli dan Saini KM

Selain Mang Dayat, Ade menyebut nama musisi kondang mendiang Harry Roesli dan sastrawan/budayawan Saini KM sebagai sosok yang sudah menginspirasinya dalam berkesenian.

“Saya pernah ditantang oleh Kang Harry Roesli, bisa tidak membuat karya perkusi. Maka jadilah karya berjudul ‘Barala Duit Barala Runtah’. Kejadiannya tahun 1991. Karya saya diterima oleh Kang Harry Roesli dan dimainkan sebagai opening Pergelaran ‘Opera Tusuk Gigi’. Kang Harry Roesli sangat mengapresiasi karya saya itu, sehingga kalau Idea tampil bareng Kang Harry Roesli, ‘Barala Duit Barala Runtah’ merupakan lagu wajib yang harus dibawakan, ” papar Ade yang pada tahun 2015 menerima Anugerah Budaya Kota Bandung dari Walikota Bandung Ridwan Kamil.

 

YOSIE WIJAYA

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co