Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Milenial Garda Terdepan Untuk Cegah Penyebaran Hoax

Milenial Garda Terdepan Untuk Cegah Penyebaran Hoax - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 5 October 2018

Milenial Garda Terdepan Untuk Cegah Penyebaran HoaxPeran generasi milenial sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran berita bohong (hoax) yang berdampak negatif pada persatuan dan kesatuan bangsa.  

“Penyebaran hoax umumnya memanfaatkan media sosial yang sangat lekat dengan generasi milenial sehingga mereka dituntut untuk dapat menjadi garda terdepan agar mampu melakukan filterisasi terhadap berbagai informasi sebelum disebarkan” jelas Nyoman Shuida Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di kantornya.

Selain filterisasi, Nyoman juga menekankan agar generasi muda selalu melakukan proses check and re-check terhadap berbagai informasi yang menyebar di media sosial. Proses ini dapat dilakukan dengan membandingkan informasi yang diterima terhadap berbagai media mainstream. “Ketika informasi sudah disaring, maka selanjutnya harus diperiksa kembali dengan berbagai media mainstream yang kredibilitasnya sudah dapat dipertanggungjawabkan sehingga kita yakin bahwa informasi yang nantinya akan kita bagi sudah benar” jelas Nyoman.

Dengan adanya proses penyaringan dan check and recheck, maka generasi muda Indonesia sudah membantu langkah pemerintah dalam mencegah penyebaran hoax yang memiliki potensi memecah belah bangsa. “Pencegahan penyebaran hoax yang dilakukan generasi muda merupakan bentuk kontribusi terhadap peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus implementasi dari revolusi mental yaitu Gerakan Indonesia Bersatu” papar Nyoman.

Nyoman berpesan kepada generasi muda agar selalu mewaspadai hoax dan juga bersikap kritis terhadap informasi yang mereka terima melalui media sosial. Selain itu, generasi muda juga didorong untuk menyebarkan berbagai pesan positif melalui media sosial.

“Penyebaran hoax memiliki konsekuensi hukum yang telah diatur di dalam Undang-Undang ITE dan generasi muda harus memahami bahwa berita bohong dapat memecah belah bangsa. Jadikan media sosial sebagai sarana berkreasi dan menyebarkan pesan positif dan inspiratif” pungkas Nyoman.  

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply