Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pontianak Target Selesaikan Pengolahan Air Jernih 2016

Pontianak Target Selesaikan Pengolahan Air Jernih 2016 - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 2 June 2015

air kranAir bersih adalah hal krusial di Pontianak, Kalimantan Barat, sejak lama. Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan kualitas kejernihan air PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak kepada pelanggannya.

“Saat ini, pembangunan booster dan IPA (Instalasi Pengolahan Air) di Pontianak Timur sudah hampir selesai, sehingga satu atau dua tahun lagi, kami sudah bicara peningkatan kualitas air,” kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, di Pontianak, Selasa.

Sutarmidji menjelaskan, saat ini, IPA PDAM sedang dibangun di Jalan Tanjung Raya II, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, yang penyelesaiannya sudah 80 persen.

“Sesuai kontrak kerja pembangunannya, yang akan berakhir 30 November 2015, tetapi saya berharap bisa dipercepat hingga 23 Oktober tahun ini, karena untuk booster dan lainnya sudah selesai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah tahap ini selesai maka dilanjutkan pemasangan pipa induk hingga ke Jalan Panglima Aim bagi pelangggan di Pontianak Timur.

“Saat ini juga dimulai pembangunan booster berkapasitas 500 liter per detik di Jalan Imam Bonjol, yang ditargetkan bisa selesai akhir 2016,” katanya.

“Kalau semua itu sudah selesai, masyarakat tidak perlu lagi kuatir dengan debit air yang kecil, karena pelayanan dari PDAM sudah lebih pada kualitas air,” katanya.

Pihaknya, saat ini sedang menjalin kerja sama dengan Swedia dalam peningkatan kualitas dan penjernihan air. Bila menggunakan alat itu biaya produksi yang dikeluarkan akan naik dua hingga empat persen agar kualitas airnya semakin bagus.

“Kami akan mempertimbangkan untuk menyesuaikan kenaikan tarif air bersih. Kalau masyarakat ingin kualitas air bersih harus dengan tarif yang sesuai dengan biaya produksi,” ujarnya.

Sutarmidji menambahkan, tarif air bersih yang ideal untuk rumah tangga, saat berkisar Rp5.000 per meter kubik. Dengan harga segitu baru kualitas air bisa baik.

“Bayangkan, masyarakat beli air mineral botol berisi 1,5 liter seharga Rp2.000-an, kalau dua botol sudah Rp4.000. Nach, air PDAM satu meter kubik Rp4.000 masyarakat sudah ngomel-ngomel,” ujar Sutarmidji.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply