Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Gerakan Indonesia Bersih Perlu Dijadikan Kebudayaan Bangsa

Gerakan Indonesia Bersih Perlu Dijadikan Kebudayaan Bangsa - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 2 January 2019

Gerakan Indonesia Bersih Perlu Dijadikan Kebudayaan BangsaSemenjak turunnya Inpres No 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Gerakan Indonesia Bersih tercatat telah menghadirkan capaian positif.

Di antaranya adalah program revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, tata kelola lahan gambut, Gerakan Masyarakat Sehat, Gerakan Sekolah Bersih, Gerakan Toilet Bersih, Pengurangan sampah plastik dan bermunculan tokoh-tokoh inspiratif yang berkontribusi meningkatkan perilaku bersih dan sehat.

Namun capaian tersebut tidak akan harganya, bila pada periode selanjutnya, program-program gerakan Indonesia Bersih tidak jadi bagian dari kebudayaan bangsa ini.

“Jika GIB hanya sebatas program tahunan, capaiannya akan itu-itu saja namun bila digerakkan sebagai gerakan kebudayaan seluruh elemen bangsa, segala macam permasalahan terkait kebersihan akan cepat, efektif ditanggulangi,” kata Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana, Kemenko PMK, Iwan Eka Setiawan di Jakarta, Senin, (31/12/2018).

Menjadikan GIB sebagai kebudayaan bangsa adalah tantangan yang sangat berat bila dilakukan oleh hanya beberapa gelintir orang, komunitas tertentu ataupun digalakkan oleh pemerintah saja.

Tetapi GIB akan terwujud bila digerakkan bersama-bersama dengan mengutamakan peran aktif masyarakat dalam menunjang perilaku bersih.

Bukan hanya itu, GIB sebagai gerakan nasional yang berorientasi pada perubahan, memerlukan aksi nyata yang berprinsip pada delapan prinsip GNRM yakni berfokus pada gerakan sosial untuk mendorong kemajuan bangsa, ada tekad politik untuk menjamin kesungguhan pemerintah, bersifat lintas sektoral, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, sektor privat dan akademisi, diawali oleh program pemicu untuk mengubah perilaku masyarakat secara cepat, desain program harus popular, user friendly, menjadi baguan dari gaya hidup dan sistemik-holistik, nilai-nilai yang dikembangkan bertujuan mengatur kehidupan sosial (moralitas publik) dan bukan mengatur moralitas swasta dan dampaknya dapat diukur.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co