Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Dinilai Bertentangan dengan Konstitusi, OJK Digugat

Dinilai Bertentangan dengan Konstitusi, OJK Digugat - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 28 February 2014

AKSI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) digugat lantaran dinilai bertentangan dengan konstitusi. Pasalnya, OJK yang dilahirkan dari UU Nomor 21 Tahun 2011 merupakan turunan dari UU 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI) dan diminta dibubarkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pengawas Eksekutif Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, tuntutan yang dilakukan ini merupakan hal yang biasa dilakukan apabila ada pemahaman sikap yang berbeda.

“Karena ada jalurnya ya ini hal yang biasa,” kata Nurhaida di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Nurhaida menambahkan, OJK tetap akan menunggu gugatan tersebut, pasalnya permasalahan ini ada sesuai koridor hukum yang berlaku. “Kita lihat bagaimana kan ada ketentuannya di jalurnya masing-masing,” tukas dia.

?Sekadar informasi, Gugatan tersebut dilakukan oleh Pengamat Ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng. Menurutnya, keberadaan OJK justru menjadi parasit di dalam ekonomi, serta memiliki potensi merugikan nasabah industri keuangan melalui pemerasan sistematis dan masif terhadap ekonomi nasional dan keuangan rakyat.

Anggota Tim Pembela Kedaulatan Ekonomi Bangsa, Ahmad Suryono, menilai dalam kerjasama itu, IMF menginginkan dibentuknya sebuah lembaga yang terpisah dari Departemen Keuangan dan bank sentral.

Dengan demikian, badan tersebut dapat menyiapkan industri perbankan nasional agar mampu menjadi pelaku global dengan inspirasi dari Financial Supervisory Agency (FSA) di Inggris. Padahal, terbukti FSA gagal total dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co