Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pertamina Klarifikasi Soal Sugico

Pertamina Klarifikasi Soal Sugico - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 24 March 2014

pertaminaPertamina mengklarifikasi pemberitaan Aktual soal Sugico.  Ada beberapa keberatan Pertamina di berita “Sugico Dapat Saham Gratis, Direktur Hulu Pertamina Ogah Tanggung Jawab” pada 19 Maret 2014. Dalam surat bernomor No. 080/N00130/2014-SO yang ditandatangani Media Manager PT Pertamina, Adiatma Sardjito, Pertamina mengajukan keberatan dan meralat beberapa poin dalam tulisan tersebut.

Bersama surat itu juga, Pertamina memberikan hak jawabnya, “Surat ini juga sekaligus sebagai hak jawab yang dilindungi oleh UU No.40/1999 tentang Pers,” dalam surat tersebut. Demikian beberapa poin itu:

1.    Pada paragraf 17 terdapat kalimat, “Namun, pihak Pertamina hanya ‘memberikan’ penambahan Pl kepada Sugico di empat WK PSC CBM, yakni Muara Enim 1, Muara Enim 3, Air Benakat 1, dan Air Benakat 2. Sugico tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk menambah Pl tersebut.” Kami pahami sebagai ketidakmampuan penulis dalam memahami konteks secara utuh sehingga melahirkan kesimpulan dan persepsi yang keliru. Sehingga, yang terjadi adalah pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik pasal 3 di mana penulis telah mencampuradukkan antara fakta dan opini pribadi penulis.

2.     Berdasarkan Pedoman Pemberitaan Media Siber seharusnya yang menjadi narasumber adalah pihak yang jelas, kredibel, dan kompeten. Namun, pada paragraf 11 dan 12, aktual.co mencantumkan narasumber yang tidak jelas karena tidak ada nama officer Humas Pertamina sebagaimana disebut sebagai Rudi Arif Widodo.

3.     Berdasarkan penjelasan Sdr. Rudi Ariffianto, Media Center Officer pada Fungsi Media PT Pertamina (Persero) yang mendampingi media pada saat acara temu media dan Direktur Gas tanggai 5 Maret 2014, yang bersangkutan menyampaikan bahwa telah berkomunikasi dengan penulis untuk menjelaskan bahwa Direktur Gas tidak dalam kewenangannya untuk menjawab hal teknis yang ditanyakan penulis. Sdr. Rudi juga telah mempersilakan penulis mengontak VP Corporate Communication Pertamina atau Pejabat Humas PHE untuk mengklarifikasi isu yang hendak ditulisnya. Namun, Sdr. Rudi telah mengingatkan pada saat itu juga bahwa segala informasi yang disampaikannya tidak untuk dikutip (off the record) karena Sdr. Rudi tidak kompeten memberikan penjelasan kepada media. Namun, dengan adanya paragraf 11 dan 12 tersebut, menunjukkan bahwa penulis tidak memahami dan telah melanggar Pedoman Pemberitaan Media Siber dan juga kode etik jurnalistik butir ke-7: “Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co