Username

Password

Remember me

Register

Recover password

UMKM di Lebak Meningkat

UMKM di Lebak Meningkat - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 9 March 2014

Usaha, mikro, kecil, dan menengahUsaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak, Banten, pada 2014 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sehingga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. Minggu (9/3).

“Tahun ini, jumlah pelaku UMKM mengalami peningkatan dari 49.400 menjadi 49.686 unit usaha,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Restu, di Rangkasbitung.

Ia mengatakan, meningkatnya UMKM di Kabupaten Lebak itu tidak terlepas dari peran pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan tenaga lokal.

Selain itu, juga pelaku UMKM dioptimalkan dengan pelatihan manajemen dan kewirausahaan. Saat ini, pelaku UMKM yang berkembang sebagian besar mereka bergerak dalam bidang usaha rumah industri (home industry), seperti kerajinan tangan, logam, aneka jenis makanan, hasil produksi pertanian dan perkebunan, serta pertambangan.

Bahkan, produksi UMKM gula semut dan gula cetak mampu menembus pasar Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.”Kami setiap tahun terus memberikan pelatihan dan pembinaan agar usaha yang ada di masyarakat berkembang dan meningkat,” katanya.

Menurut dia, pembinaan terhadap pelaku UMKM tersebut diharapkan melahirkan klaster-klaster usaha sehingga menjadi andalan ekonomi masyarakat.Pihaknya juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) manajemen dan keuangan.

Selain itu, juga pengembangan usaha dan membentuk karakter jiwa kewirausahaan.
Selama ini, kata dia, potensi pengembangan pelaku UMKM sangat menjanjikan dan prospektif.

“Saya yakin ke depan produk-produk UMKM Lebak bisa menembus pasar domestik dan mancanegara,” ujarnya.

Restu mencontohkan, pelaku UMKM di Lebak yang berkembang, di antaranya kerajinan gula semut dan gula cetak, emping melinjo, sale pisang, serta makanan olahan tradisional lainnya.

Selain itu, kerajinan Baduy, seperti kain tenun, tas, dompet, cendera mata, dan madu hutan.”Kami terus meningkatkan produksi kerajinan agar menembus pasar domestik dan mancanegara,” katanya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply