Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Industri Real Estate Memacu Pertumbuhan Ekonomi

Industri Real Estate Memacu Pertumbuhan Ekonomi - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 3 December 2016

Industri Real Estate Memacu Pertumbuhan EkonomiIndustri real estate merupakan barometer bangkitnya kembali atau kecenderungan menurunnya perekonomian. Atas dasar itulah Urmila Constructions and Developers Private Limited yakni sebuah pengembang real estate dengan wilayah operasi di Jharkhand, mengadakan asosiasi
keuangan jangka panjang dengan Linetrust International Offshore Limited UK, untuk mendapatkan laba sebesar US$25 juta sebagai hutang yang didukung oleh asset jangka panjang untuk mengembangkan proyek-proyek perumahan dan komersialnya di sekitar Jharkhand di
India.

Direktur ATD Financial Services Limited & DSA of Linetrust, Manoranjan Mohanty berpendapat, dengan pertumbuhan yang stagnan pengembang real estate seolah dipaksa untuk memperlambat proyek-proyeknya karena dana semakin berkurang. Dana yang tersedia merupakan dana dengan biaya tinggi dan hal ini berubah menjadi biaya pengembangan yang lebih tinggi. Selain itu Effek domino membunuh industri dengan menumpuknya persediaan yang tidak terjual. Tetapi dengan Linetrust yang memberikan dana dengan biaya rendah untuk proyek real estate dan
infrastruktur, para pengembang sekarang dapat mendapatkan jumlah yang lebih baik pada triwulan mendatang karena laba telah dipaksa mengalami penurunan pada dua tahun sebelumnya sejak terjadinya penurunan ekonomi di China.

Direktur, Urmila Constructions and Developers Pvt. Ltd., S K Choubey mengatakan, Ketika pasokan melebihi permintaan, perekonomian akan mengalami penurunan. “Tetapi di India, permintaan tidak pernah turun tetapi mutu dan alternative yang lebih murah telah semakin berkurang dan dengan naiknya harga tanah kami terpaksa menjual produk pada harga yang lebih tinggi. Terima kasih kepada Linetrust dan visinya untuk membawa pendanaan dengan biaya yang lebih rendah ke negara-negara berkembang di Asia dan Afrika, sektor real estate melihat adanya cahaya cerah pada ujung terowongan,” paparnya.

Karena itu Linetrust International ingin membangun wilayah operasinya
di koridor real estate dengan hutang dengan biaya rendah. Pemegang saham dan juru bicara Linetrust, Manoj Todi mengatakan, usahanya memberikan sumber-sumber yang lebih murah untuk pendanan real estate dan proyek infrastruktur diharapkan dapat merubah pertumbuhan ekonomi.

“Satu-satunya tujuan kami adalah membantu pertumbuhan,” ujarnya.

Sementara, Nn.Mary Mam yang merupakan pemegang saham lain yang menangani pasar dana hutang ASEAN berpendapat bahwa semua ini akan membantu meningkatkan scenario di negara-negara berkembang yang memungkinkan sektor manufaktur dan infrastruktur yang sedang bertarung melawan biaya bunga yang selalu meningkat dan harga bahan mentah yang selalu naik yang mempengaruhi batas atas dan batas bawahnya. “Oleh sebab itu dengan adanya kerjasama ini kami harap pembangunan akan berjalan lancar,” tukasnya.[YW]

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply