Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Sikap Nasionalisme Pemuda Sudah Mulai Luntur

Sikap Nasionalisme Pemuda Sudah Mulai Luntur - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 31 May 2016

Sikap Nasionalisme Pemuda Sudah Mulai LunturFenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat seyogianya tidak luput dari perhatian pemuda. Namun di sisi lain, sikap nasionalisme pemuda maupun kepeduliannya sudah mulai luntur.

“Pemuda tidak mungkin selamanya hidup dalam keadaan apatis dan mementingkan diri sendiri,” kata Ketua Pengurus Pusat Gada Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Bobby Erlangga Sumaatmadja, di ruang kerjanya, Selasa 31 Mei 2016.

Dia menambahkan, peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai titik balik bagi para pemuda untuk terus melatih diri dan kepekaannya di era perubahan zaman. “Terutama terkait dengan persoalan kebangsaan yang sedang dihadapi bangsa ini sungguh sangatlah luas dan membutuhkan peran nyata pemuda,” katanya.

Dia menambahkan, persoalan bangsa dan tantangan global ini telah berdampak luas kepada para pemuda. “Pemberlakuan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia dewasa ini menjadi tantangan besar bagi generasi penerus tersebut. Sayangnya hingga saat ini belum mendapatkan solusi konkrit terutama dari pemerintah sebagai pelaksana kebijakan,” katanya.

Kondisi pemuda yang makin apatis dan tantangan global yang kurang dipersiapkan dengan baik tidak bisa terus dibiarkan berlangsung terus menerus. “Masyarakat meski secepatnya mendapatkan kejelasan aturan dan tindakan pemerintah agar kehidupan mereka mendapatkan kejelasan,” ungkapnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi yang berkembang saat ini, terutama dengan semakin derasnya arus masuk tenaga kerja luar negeri bersama dengan investasi asing yang mereka tanamkan ke Indonesia, sedikit demi sedikit dirasa telah menggerus kehidupan masyarakat. “Tak terelakan lagi jika bangsa Indonesia hanya menjadi penonton bagi perkembangan pembangunan di negerinya. Bentuk persaingan yang semakin tidak seimbang disebabkan skill pemuda Indonesia yang masih rendah. Di manakah letak ekonomi Pancasila,” katanya.*

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply