Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Urus Surat Pajak Tidak Dikenakan Biaya

Urus Surat Pajak Tidak Dikenakan Biaya - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 27 June 2016

pajakPemahaman masyarakat awam tentang pengurusan perpajakan identik dengan masalah keuangan. Tingginya kasus administrasi perpajakan di masyarakat akibat ketidakpahaman masyarakat dalam kepengurusan perpajakan.

“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana pandangan masyarakat Kota Bandung yang daerahnya berbatasan dengan kabupaten (Bandung). Di Kecamatan Ujungberung dan sekitarnya saja, dari seharinya 30 hingga 40-an orang yang datang hampir 99 persen warga yang datang banyak yang tidak tahu tentang kepengurusan administrasi perpajakan,” ujar Ana Ratnaningsir, Kasie Penyuluhan Pajak di Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung, disela-sela melayani masyarakat yang datang ke Bus Disyanjak Kota Bandung, di Jalan Dalem Kaum Alun-alun Bandung, Senin, 27 Juni 2016.

Sejak dioperasikan pertengahan Juni 2016 ini, menurut Ana, pihaknya banyak mendapatkan keluhan tentang pengurusan administrasi perpajakan. Umumnya yang dikeluhkan masyarakat tentang surat balik nama kepemilikan, nilai pajak atau nama wajib pajak berbeda di SPT dan lainnya.

“Kita sudah salah faham, ternyata masyarakat bukan tidak ingin mengurus surat-surat atau administrasi pajak, dan berasumsi kesadaran wajib pajak rendah. Ternyata yang sebenarnya terjadi, masyarakat belum mengurus pembayaran pajak karena surat-surat yang tidak atau kurang lengkap dan mereka beranggapan bahwa mengurus surat-surat harus bayar, padahal tinggal datang ke kantor Disyanjak dan tidak dipungut biaya sepersenpun,” ujar Ana.

Selain masalah kepemilikan yang berbeda menurut Ana, selama beroperasi Bus Disyanjak Kota Bandung, kasus yang banyak dialami masyarakat adalah nilai pajak yang berbeda dan kepemilikan. Terhadap nilai pajak yang berbeda masyarakat tidak menyadari kalau luas tanah dan rumah sama dengan lokasi berdempetan, tapi kondisi rumah atau konstruksi rumah sudah berubah.

Keberadaan Bus Disyanjak Kota Bandung di halaman Kantor Kecamatan Ujungberung menarik banyak perhatian warga masyarakat. Umumnya mereka membawa surat-surat tanah dan kepemilikan rumah serta SPT, PBB dan BPHTB, untuk meminta kejelasan.

“Saya dan suami tidak mengurus kepemilikan tanah dan rumah karena tidak tahu harus kemana dan berapa biayanya. Ternyata hanya tinggal datang ke bus ini mengisi formulir yang akan di validasi dan tidak dipungut bayaran sepersenpun,” ujar Wawan, warga Jalan Sasak Gantung, Balonggede Kota Bandung.

Lain lagi dengan Heni warga Jalan Nursijan, Lengkong Bandung, sudah 2 tahun pengurusan balik nama tanah dan rumahnya tidak kunjung selesai. “Saya sudah dua tahun tidak bayar pajak karena tidak ada SPT-nya, kata yang mengurus surat balik nama kepemilikan , harus ada uang dan bayar administrasi, nyatanya tidak sepersenpun,” ujar Heni.

Meski baru beroperasi dua pekan, keberadaan Bus Disyanjak Kota Bandung, sangat dirasakan oleh masyarakat. Bahkan masyarakat berharap Bus Disyanjak Kota Bandung bukan hanya mengurus dan melayani pengaduan surat perpajakan, tapi juga dilengkapi dengan kas pembayaran PBB agar masyarakat tidak harus pergi ke bank dan mengantre.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply