Username

Password

Remember me

Register

Recover password

PT BRIL Pertanyakan Molornya Salinan Putusan

PT BRIL Pertanyakan Molornya Salinan Putusan - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 25 July 2016

PT BRIL Pertanyakan Molornya Salinan PutusanPT. Bandung Raya Indah Lestari (BRIL) mengambil sikap untuk mengajukan keberatan kepada PN Bandung atas putusan hakim Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Sudah sebulan salinan putusan tersebut belum juga diterima PT BRIL.

“Kami sudah bulat akan mengajukan keberatan tapi sampai sekarang sudah sebulan lebih sejak dibacakan, putusan belum juga dikirim oleh hakim KPPU,” kata Teten Setiawan selaku legal manajer dan juru bicara PT BRIL, Minggu 24 Juli 2016.

Teten menjelaskan, PT BRIL dipastikan melakukan upaya hukum keberatan atas putusan KPPU. “Namun hingga saat ini kami belum ajukan keberatan ke pengadilan negeri karena kami belum menerima petikan/salinan putusan KPPU tersebut,” katanya.

Untuk memastikan petikan putusan itu belum dikirim, Teten Setiawan sudah mengecek ke laman KPPU dan putusan tersebut belum diunggah. “Kami mencari informasi, kemudian kami peroleh informasi berupa pesan singkat dari panitera KPPU tanggal 14 Juli lalu bahwa putusan sedang dalam proses screening typo error,” katanya.

Karena itulah, pada 20 Juli yang lalu, kuasa hukum PT BRIL mengirim surat kepada Ketua Majelis Komisi Perkara nomor 12/KPPU-L/2015 perihal permohonan agar petikan/salinan putusan KPPU tersebut segera dikirimkan ke PT BRIL.

Menurut Teten, dalam surat tersebut, kuasa hukum PT BRIL berharap tidak ada perubahan sekecil apa pun antara redaksional putusan yang telah dibacakan dengan petikan/salinan putusan yang akan kami terima.

“Jangan sampai petikan putusan itu berubah dengan apa yang dibacakan. Pada saat itu, kami juga merekam apa yang dibacakan. Jadi kalau diubah, akan ketahuan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi wartawan, kenapa petikan putusan tidak juga dikirim, Teten mengaku heran karena biasanya petikan putusan tidak sampai tertunda berbulan-bulan mengingat putusan sudah dibacakan.

Dijelaskan Teten, putusan dibacakan tanggal 24 Juni 2016 atau sebulan lalu. “Padahal menurut petugas teknologi dan informasi di kantor kami, proses seperti itu satu hari saja sudah lebih dari cukup,” katanya.

Teten Setiawan curiga atas kejanggalan itu. Selain kontroversi keterlambatan penyerahan petikan/salinan putusan KPPU, ia juga menemukan beberapa kejanggalan lainnya sejak proses penyelidikan dan pemeriksan hingga putusan.

“Namun hal itu akan kami ungkap dalam materi keberatan,” katanya.

Dalam surat yang dilayangkan ke majelis hakim KPPU, kuasa hukum PT BRIL juga membuat tembusan ke Menteri Sekretaris Negara, Ketua KPPU, Ketua Komisi VI DPR RI, dan Ketua Ombudsman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis KPPU menemukan fakta persekongkolan dalam lelang umum pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Kota Bandung. Untuk itu, pengadaan PLTSa dinyatakan batal demi menghormati proses hukum.

Pembacaan putusan dilakukan Jumat, Jumat 24 Juni 2016 oleh Majelis Komisi‎ yang terdiri atas Munrokhim Misanam sebagai Ketua Majelis, R Kurnia Sya’ranie sebagai Anggota Majelis, Kamser Lumbanradja sebagai Anggota Majelis Pengganti, dan Detica Pakasih serta Arif Yulianto sebagai Panitera.

“Menyatakan bahwa terlapor I, terlapor II, terlapor III, dan terlapor IV terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 22 Undang-undang No. 5/1999,” kata Munrokhim.

Terlapor I adalah panitia pengadaan badan usaha secara pelelangan umum dalam rangka pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan melalui mekanisme kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha.

Terlapor II yakni Wali Kota Bandung 2003-2013 Dada Rosada. Terlapor III yakni PT BRIL, dan terlapor IV adalah Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung. Pasal yang dilanggar berbunyi, “Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan atau menentukan pemenang tender sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.”

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply