Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Biofarma Klarifikasi Temuan Vaksin Palsu

Biofarma Klarifikasi Temuan Vaksin Palsu - Aksi.co

Penulis Aksi | Thursday 23 June 2016

Biofarma Klarifikasi Temuan Vaksin PalsuProduksi vaksin Biofarma dibuat dengan standar ketat yang ditetapkan World Health Organization (WHO), organisasi kesehatan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain itu, secara nasional, vaksin tersebut juga telah sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM).

Demikian ditegaskan Corporate Secretary PT. Bio Farma, M.Rahman Rustan menanggapi temuan vaksin palsu di Pondok Aren, Tangerang Selatan oleh Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri.

Menurutnya, standar ketat tersebut membuat produk perusahaan asal Bandung itu terjaga otentik dan kualitasnya, sehingga orisinalitas produknya terjaga dan bereputasi global.

“Untuk distribusi vaksin dalam negeri, kami juga pastikan keamanan distribusi dengan pengiriman ke dinas kesehatan provinsi,” ungkapnya.

Lanjut dia, sedangkan untuk swasta melalui distributor resmi yg secara periodik dilakukan audit agar selalu terjamin kualitas dan keamanan produknya. Dengan demikian, tidak akan ada kebocoran pengiriman yang kemudian bisa disalahgunakan para oknum.

“Selain itu kami juga rutin memberikan sosialisasi kepada user untuk dapat membedakan kemasan Vaksin yang Palsu dan asli,” ujarnya.

Untuk mengetahui produk asli dan palsu, memang harus melalui uji laboratorium, namun menurut Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri Drajat Alamsyah, secara kasat mata produk palsu dapat dibedakan dari bentuk kemasan yang lebih kasar, nomor batch yang tidak bisa terbaca jelas dan, rubber stoper (tutup vial) ada perbedaan warna dari produk asli.

“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat agar berhati – hati dan waspada apabila ada pihak – pihak yang menawarkan vaksin yang lebih murah dari harga distributor, atau tanda – tanda fisik yang mencurigakan,” ucap Drajat.

“Terkait,adanya vaksin palsu, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kemenkes dan BPOM Untuk permasalahan peredaran vaksin palsu ini,” tandas dia.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply