Username

Password

Remember me

Register

Recover password

BNN Cimahi Antisipasi Peredaran Narkoba di Lingkungan Pesantren

BNN Cimahi Antisipasi Peredaran Narkoba di Lingkungan Pesantren - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Thursday 21 April 2016

Kantor-BNN-PusatBadan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi akan memenyambangi pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Kota Cimahi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika hingga ke lingkungan pesantren. Kepala BNN Kota Cimahi Odang Masdar mengatakan, banyak kejadian di
daerah lain yang menjadikan ponpes sebagai tempat penyebaran dan penyalahguna narkotika. Pendekatan dilakukan dengan berbagai modus.

“Pimpinan pesantren perlu tahu untuk mengantisipasi kegiatan seperti penyalahgunaan narkoba di kalangan santri,” ujarnya ditemui disela-sela pembentukan jejaring Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Cisangkan Padasuka Kota Cimahi, Kamis, 21 April 2016.

Kegiatan merangkul Forum Kerukunan Antar Ummat Beragama (FKUB)
Kota Cimahi yang beranggotakan 30 alim ulama dan tokoh masyarakat lintas agama. Pembentukan jejaring menjadi bagian upaya Pemberantasan Penggunaan Peredaran dan Penyalahugaan Narkotika (P4GN). “Dengan FKUB ini bisa menyentuh seluruh agama, jadi semua bisa tersentuh,” imbuhnya.

Melalui para tokoh agama tersebut, diharapkan informasi tentang
penyalahgunaan narkotika atau P4GN bisa tersampaikan untuk semua elemen masyarakat. “Sebab masyarakat merupakan lingkungan yang paling besar. Mudah-mudahan informasi P4GN dengan jangkauan itu semakin besar,” ujarnya.

Para tokoh agama nantinya, akan menyebarluaskan informasi tentang P4GN itu melalui kegiatan keagamaan masing-masing. “Misalnya di mesjid bagi yang muslim, kemudian Kristen bisa di gereja,” terangnya. Pihaknya senantiasa berupaya untuk mencegah angka penyalahgunaan narkotika dengan terus melalukan sosialisasi dan tindakan-tindakan lainnya.

“Kami berupaya menurunkan supaya tetap turun 1,3 persen
angka pravelensi penyalahgunaan narkotika,” terangnya.

Kebanyakan penyalahguna yang sudah terjaring, terang Odang, hampir semua kalangan ada. Namun yang paling mendominasi itu berasal dari usianya produktif. “Pemakai narkoba di Cimahi banyak orang luar. Usia produktif rata-rata,” terangnya.

Penyalahgunaan narkotika yang sudah direhabilitasi mencapai 526 orang. Jumlah tersebut berasal dari dua daerah, yaitu Kota Cimahi dan Kab. Bandung Barat.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply