Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Rekening Dibekukan, Anggota Forkoma CSI Kutuk Tindakan OJK

Rekening Dibekukan, Anggota Forkoma CSI Kutuk Tindakan OJK - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 20 December 2016

Rekening Dibekukan, Anggota Forkoma CSI Kutuk Tindakan OJKPuluhan anggota Forkoma (Forum Komunikasi) KSPPS BMT CSI (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah-Baitul Maal Wat Tamwil-Cakrabuana Sukses Indonesia) Sejahtera Indonesia, yang mewakili 15.964 anggotanya Hari ini (selasa, 20/12) bertemu dengan Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari.

Mereka menyalurkan keresahannya kepada Ketua DPRD Jabar karena rekening Forkoma kSPPS BMT CSI dibekukan oleh OJK, Satgas Waspada Investasi, Bareskrim Mabes Polri, Kemenkop dan UKM RI sejak 29 November 2016.

Anggota Forkoma CSI Mastur kala bertemu Ineu Purwadadi menumpahkan kekesalanya terhadap langkah pembekuan yang dilakukan OJK dan instasi terkait, dan ia mengutuk langkah OJK dan instansi terkait yang mana telah membekukan rekening Forkoma CSI.

“Sudah habis kesabaran Bu. Anak isteri di rumah sudah tak tahan. Hanya perlu kepastian Bu. Di sinilah rumah kami, mengadukan nasib kepada Ibu…,” kata Mastur dengan membara-bara.

Senada, Ketua Forkoma CSI, Hari Suharso, dihadapan Ineu Purwadewi memaparkan nasib ribuan anggotanya seusai dibekukan rekeningnya mengalami kehidupan yang sulit akibat kehilangan pendapatan yang biasa mereka terima dari Forkoma CSI. “Kami ini anggota koperasi, selama ini tak pernah melawan hukum. Tiba-tiba ada OJK, Kabareskrim nutup rekening, Sudahlah, kami beku semua dua puluh hari…” ungkap Hari dengan nada tinggi

“Ini hal yang luar biasa. Saya baru tahu kehadiran Bapak dan Ibu kemarin sore. Kebetulan, semua anggota dewan hari ini sedang mengikuti workshop. Permasalahan seperti ini ada yang serupa di Jawa Barat. Saya berniat menyatukan membahasnya, agar tuntas,” papar Ineu sambil meminta kepada Forkoma CSI untuk menyodorkan bahan lebih lengkap.

“Nanti dibahas dengan instansi vertikal seperti OJK, Polda Jabar, dan koperasi. Kemarin juga ada pengaduan dari Lembaga Pelayanan Konsumen, juga menyangkut penyimpanan dana di koperasi,” ucap Ineu.

Pembekuan & Penahanan

Maraknya pemberitaan tentang kiprah Koperasi CSI yang pada bulan Januari 2017 akan berulang-tahun ke-5, sudah beredar di media massa dalam beberapa tahun ke belakang. Isyu yang beredar, di antaranya: koperasi ini beroperasi layaknya sebuah bank, diduga ada penggalangan dana hingga ke money laundering.

Fakta di lapangan, kalangan awam banyak berpartisipasi karena iming-iming bunga 5% per bulan. Bedanya, dengan koperasi biasa, pemutaran dana anggotanya dihidupkan melalui mitranya PT CSI yang berkoneksi dengan para pialang emas. “Benar, soal keuntungan 5% ini menjadi daya tariknya. Mungkin ini menjadikan OJK dan pihak koperasi mencermati kami. Puncaknya, pembekuan itu. Itu merugikan kami secara total,”

Menurut Hari Suharso diduga dana Koperasi yang dibekukan itu berjumlah sekitar Rp. 2,3 triliun.”Kalaulah koperasi ini dimata OJK dan Kementerian Koperasi atau Polri serta instansi lainnya, bermasalah peringatkan atau bimbinglah kami,” ungkapnya.

Ditanya lebih jauh maksud kehadirannya ke DPRD Jabar?:”Beri kami kepastian selain soal pembekuan rekening, juga nasib penahanan pimpinan kami Pak H.M Yahya dan Iman Santoso. Hingga kini, tak bisa berkomunikasi dengannya,” begitu ujarnya yang selama seminggu terakhir ini ikut menginap di kediaman tokoh Jabar Eka Santosa.

Secara terpisah, Eka Santosa (20/12/2016) saat dikontak tentang kehadiran Forkoma CSI di kediamannya membenarkan hal tersebut. ”Benar, mereka ke tempat saya. Sebagai anggota koperasi datang ke Bandung untuk mencari keadilan. Kehadiran ke legislatif salah satunya, itu saluran sesuai konstitusi kita. Terpenting persoalan ini ditampung, dan dicari jalan keluarnya segera !,” pungkasnya. (mgg)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Rekening Dibekukan, Anggota Forkoma CSI Kutuk Tindakan OJK”

  1. Drs. SAPAAT says:

    semoga tidak tumpul, kami yg menunggu kepastian, go!!!

  2. Drs. SAPAAT says:

    smoga tidak tumpul, kami yg menunggu kepastian, go!

Leave a Reply