Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Warga Arcamanik Undang Emil untuk Dalami Infrastruktur Persampahan

Warga Arcamanik Undang Emil untuk Dalami Infrastruktur Persampahan - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 20 May 2016

ridwan_kamil (620 x 350)Menyusul aksi demo warga RT 06 RW 02 Cisaranten Endah Kecamatan Arcamanik Bandung pada Senin, 16 Mei 2016, pesannya menutup TPSS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) di daerahnya, Rabu malam (19/5/2016) warga mengambil sikap atas kebuntuan ini.

“Masalahnya, setelah TPSS ilegal ini ditutup, sampah 06 RW dan  2.400 rumah lainnya, sekarang berceceran di sembarang tempat. Ini bikin kami bingung”, kata Zarkoni salah satu warga peserta rapat di Gedung Serba Guna RT 06 RW 02 Cisaranten Endah.

Ketua RW 02 Cisaranten Endah, Amir yang hadir pada rapat itu, mengemukakan setelah ibu-ibu di RT 06 melakukan demo dipimpin tokoh Jabar Eka Santosa yang terdampak langsung TPSS ilegal selama belasan tahun, angkat bicara:”Sudah rapat dengan Camat dan SKPD. Katanya, mereka akan mengakomodir ituntutan warga. Persoalan ini tak hanya TPSS. Ada kasus penebangan pohon bambu di bantaran kali Cironggeng oleh Heru Pamuji. Ini sedang diproses Kapolsek Arcamanik, juga penyalahgunaan ijin usaha bengkel atau industri kecil serta pengolahan rongsokan disana. Penutupan saluran oleh Green Caraka Residence, dan solusi TPSS sendiri? Semua masih sebatas janji …”. 

Ketua RT 06 RW 02 Cisaranten Endah, Dewa, menurutnya selama rapat yang banyak dihadiri ibu-ibu, intinya menampung aspirasi dan cari solusi. Paparan Pak RW 02, dimata warga ternyata tak berbuah solusi nyata. Di tingkat Kecamatan Arcamanik pun, masih bersifat wacana. Padahal, warga sudah belasan tahun bersabar. Menurut Dewa pula, di balik TPSS ilegal itu ada masalah lain. “Penyalahgunaan ijin usaha, bantaran sungai dibangun bedeng pemulung, penutupan saluran alami oleh Green Caraka Residence. Sekarang pun warga kami, tak punya TPS. Dampaknya, dialami juga oleh 2.400-an rumah di Arcamanik Endah. Ini akibat legalisasi TPSS tahun 1900-an, kala PT Bale Endah membangun di sini, penyerahan fasum dan fasos-nya tak jelas. Wajar warga RT 06 yang belasan tahun terdampak paling kuat, berdemo”.

Ridwan Kamil, Mau Datang?   

Menurut Dewa, mengatasi kebuntuan ini, tak ada jalan lain pimpinan tertinggi Kota Bandung harus ikut bersolusi. “Aksi warga Senin lalu (16/5/2015 –red) sudah diketahui warga Bandung, Jabar, malah nasional. Buktinya Pak Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan tahu. Ia langsung mengontak Kang Eka Santosa yang pimpin demo ini. Sebaiknya Kang Emil selaku bapak kita-kita, datang ke Arcamanik Endah. Jujur, Ini tak hanya soal bak sampah, ada yang lebih jauh dari itu. Surat undangan untuk Kang Emil akan kami layangkan”.

Usai rapat di Gedung Serba Guna RT 06 RW 02 Kelurahan Cirasanten Endah, Eka Santosa membenarkan niat warganya yang kebanyakan tetangganya ibu-ibu akan mengundang Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

“Kang Emil itu kawan saya. Ini hanya salah satu puncak  kekesalan warga selama belasan tahun di sini. Soal TPPS, seberanrnya hanya secuil dari gunung es masalah pelik infrastruktur dan bobroknya birokrasi aparat di Arcamanik,” ujarnya.

Menurut Eka pula yang juga sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo, yang  organisasinya dibiduki sejak November 2015 bersama sesepuh Jabar Solihin GP (91)-menghijaukan Jabar yang sudah pada tahap Darurat Lingkungan. Diam-diam beberapa bulan sebelumnya sudah melakukan pendekatan persuasif ke beberapa Kepala Dinas terkait-mengajak memecahkan masalah yang di derita warga Arcamanik Endah.

“Mereka hanya saling tuding, dan lepas tanggung jawab. Tadi Anda dengar sendiri kan? Ibu-ibu di rapat RT tadi, ingin segera Kang Emil melihat persoalan ini di lapangan. Waktunya, silahkan atur saja,” ujar Eka dengan nada kecewa.

Pantauan di lapangan (20/5/2016), beberapa hari setelah unjuk rasa digelar warga  RT 06 RW 02 Kelurahan Arcamanik Endah, penanganan persampahan di Arcamanik Endah semakin memburuk. Masing-masing antar koordinator di tiap RT dan RW, disibukkan mencari TPSS alternatif. Faktanya, tak mudah memecahkan masalah sampah di kota Bandung yang pada 2015 telah menyabet  Adupura.

“Baguslah demo ini, apalagi dipimpin Kang Eka Santosa. Langka, ada demo soal lingkungan tingkat RT bisa berimbas secara nasional. Maunya, soal persampahan di kota ini jangan ditutup-tutupi aparat kelurahan, kecamatan, sampai kota. Buka saja, biar transparan. Developer nakal juga, jangan sekedar dijewer. Pidanakan saja. Banyak fasum dan fasos, malah dijual-belikan developer. Kang Emil harus tahu soal ini”, terang Jumhuri (53), warga Arcamanik yang juga belum tahu – kemana hari ini dan besok mau membuang sampah?.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply