Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Tumbuhnya Intoleransi di Jabar, Solihin GP: Pasti ada yang Penasaran!

Tumbuhnya Intoleransi di Jabar, Solihin GP: Pasti ada yang Penasaran! - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 18 January 2017

Melanjut Kunjungan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar yang mendatangi Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan (17/1/2017), terkait dukungan pengembalian ketertiban dan keamanan di tatar Sunda, sehubungan maraknya isyu intoleransi antar umat dan dugaan pelecehan ideologi Pancasila. BOMA Jabar melakukan perbincangan khusus dengan Tokoh Masyarakat Solihin GP di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung, (Rabu, 18/1).

Sekertaris Jenderal BOMA Jabar, Eka Santosa, dalam perbincangan dengan Mang Ihin (sapaan akrab Solihin GP) mengupas secara historis bibit pemunculan intoleransi termasuk misinterpretasi ideologi Pancasila sejak era kemerdekaan RI hingga era 1960-an. “Khususnya, ketika marak pemberontakan DI/TII di Jabar. Juga mengingatkan untuk selalu waspada ke depannya,” ucapnya.

Tambah Eka, dalam perbincangan ini teruangkap pula keluhan dari para Olot tentang maraknya kasus intoleransi di berbagai daerah di Jawa Barat. Secepatnya, semua ini akan dirumuskan lebih tajam dan detil.

“Akan pula BOMA Jabar dan Gerakan Hejo menemui Pangdam lll Siliwangi. Sudah tak bisa kita biarkan, sejumlah langkah taktis dan strategis harus sudah diwujudkan di lapangan. Setidaknya, meredam intoleransi serta memperkukuh ideologi Pancasila di merata tempat,” ungkap Eka yang dalam waktu dekat akan menindaklanjutinya setelah bertemu Kapolda Jabar.

Usai perbincangan, Mang Ihin kepada para pewarta, terkait kupasannya kali ini, “Tahu sendirilah, pastilah ada yang masih penasaran. Mereka dengan berbagai cara, berusaha mengembalikan nilai-nilai yang dulu sudah dicobakannya dan gagal,” kala Mang Ihin didesak.

Analogi apa yang tepat untuk menggambarkan gejala ini? “Pengkhianatan terhadap bangsa, janganlah terulang lagi. Ini sangat menyakitkan kita”, ujarnya sembari menceritakan kembali sekilas rekan seperjuangannya pada era penumpasan DI/TII di Jabar.

“Dua belas orang di daerah Garut dan Tasikmalaya, tewas diracun. Terpedaya penghianat bangsa yang dulu sama-sama memperjuangkan kemerdekaan RI,” tambanya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply