Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Sinkop, Dekopin & TII Ramaikan Kopma Days 2016

Sinkop, Dekopin & TII Ramaikan Kopma Days 2016 - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 11 December 2016

Kopma (koperasi mahasiswa) Unpad di Usianya yang ke-33 tahun pada 10 Desember 2016, menggelar kegiatan seminar dan talkshow di Auditorium Bale Santika Unpad Jatinangor. kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 175 mahasiswa peminat dan pegiat koperasi dari internal Unpad, serta mahasiswa PTN dan PTS di Jawa Barat lainnya.

Mahasisa UPI, Esar yang hadir bersama lima rekannya mengatakan, Selain di kampus ia juga akan mencoba menularkan virus koperasi di kampung halamannya.

“ Cara berkoperasi yang benar, harus kita sebar terus. Inginnya itu rentenir di pedesaan, segera dibasmi,” tambah Ernian asal Kabupaten Tasikmalaya, salah satu rekan Esar.

Dalam acara itu hadir sejumlah tokoh, di antaranya: Kepala Bidang Koperasi Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat, Hj. Elis Yatimah; Sugiarto, Wakil Rektor I Ikopin; Talkah Badrus, Assisten Departemen Kemenkop; Tiga nara sumber lain dari Jakarta masing-masing Agung Fajar dari Sinkop – Sistem Integritas Bisnis Koperasi, bersama Rizal Ali W dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dan Ferdian Yazid dari Transparency Inernational Indonesia, dan Deddy Satrya Prihadi (Tapp Market), serta Deliska Swagi selaku Ketua Forum Pengusaha Unpad, semua sepakat cara baru berkoperasi harus ditumbuhkan.

“Darah Baru”

Perwakilan Sinkop, Agung Fajar menerangkan, Sinkop merupakan platform untuk menunjang meningkatkan integritas internal pelaku usaha Koperasi dan UMKM. Di dalam sintensis Koperasi kita dapat mengakses berbagai materi pembelajaran elektronik (e-learning) tentang pencegahan korupsi di sektor swasta.

“Beberapa materi yang disediakan dapat diakses siapapun, darimanapun, tanpa perlu mendaftar menjadi anggota. Harapannya, materi-materi tersebut akan dipergunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan integritas internal mereka menghadapi korupsi,” ungkapnya.

“Sinkop juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelolaan koperasi,” tambah Agung.

Sementara Humas Kopma Unpad, Rini mengatakan, hasil penelitian terkini, kalangan muda akan banyak tertarik pada kegiatan ekonomi berbasis koperasi, dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang canggih pula. “Hadirnya, para jawara perkoperasian di Unpad kali ini, sungguh memacu meningkatkan kinerja dan kualitas Kopma. Terbukti, usai pemaparan dari Sinkop, Dekopin dan TII, seakan kami punya darah baru,” ungkapnya.

Masih berbicara “darah baru”, Sugiarto, Ellis Yatimah, dan Talkah Badrus mengungkapkan, di forum ini seakan membuat benang merah kebangkitan koperasi Indonesia setelah Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta, menekankan dahulu pada pendirian republik ini. “Koperasi harus besar dan bermanfaat langsung bagi rakyat,” seru Sugiarto.

Sejumlah pembaruan mulai dari aspek manajerial, oritentasi, motivasi, marketing, dan penumbuhan goal serta nilai baru, harus ditekankan lagi. Jumlah koperasi Indonesia yang sampai akhir tahun 2015 ada 212.135 unit, dengan catatan hanya 150.223 unit bisa eksis, itu pun keberadaannya dihimpit antara sistem ekonomi kapitalistik maupun sosialis, malah “diintimidasi” neo liberalism:”Ini tantangan kita dengan kegotongroyongan model baru berbasis IT”, kata Agung Fajar sambil menunjukkan konsep anyar KAKRI (Kartu Anggota Koperasi Republik Indonesia) yang punya banyak keunggulan.

Soal KAKRI ini yang oleh kalangan peserta Kopma Days 2016 ternyata mengundang antusiasme tinggi. Oleh Rizal Ali W hari itu kembali dibedah keunggulannya, salah satunya sebagai jaringan data base anggota koperasi secara nasional: ”Cukup Rp 20 ribu per anggota per tahun. Dijamin KAKRI bermafaat untuk asuransi bila meninggal dunia akibat kecelakaan ada pembayaran 200%. Dan 100% jika meninggal akibat kecelakaan”.

“Darah baru” lainnya, Ferdian Yazid yang blak-blakan mewanti-wanti pentingnya transparansi dalam kegiatan berkoperasi:”Pencegahan korupsi dalam kegiatan koperasi amatlah penting. Kami hadir di sini, semoga bisa memotivasi pegiat koperasi agar lebih clean, clear, and capable”.

Menutup reportase ini, semoga usia ke-33 tahun Kopma Unpad, bisa melahirkan cara baru berpikir dan bertindak menjalankan koperasi Indonesia – lebih membumi dan menajam pada kegiatan ekonomi NKRI:”Setuju Kak, bila itu yang mau dilahirkan dari momentum ini. Segera mau kami pedomani soal ini,” reaksi spontan Novita dan kawan-kawannya pada peserta Kopma Days 2016, tatkala ujaran ini dilontarkan disela-sela closing time pada kegiatan ini. (mgg/hs/sha)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply