Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Hadapi Ramadhan-Idulfitri Bulog Lakukan Stabilisasi Harga

Hadapi Ramadhan-Idulfitri Bulog Lakukan Stabilisasi Harga - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 10 May 2017

Hadapi Ramadan-Idulfitri Bulog Lakukan Stabilisasi HargaPerum Bulog Divisi Regional Jawa Barat akan menggelar operasi pasar sepekan menjelang Ramadhan sampai dengan Idulfitri. Untuk menciptakan stabilisasi harga, operasi pasar akan digelar pada 7 subdivre Bulog Jabar dan setidaknya 23 polres se-Jawa Barat.

Kepala Divre Bulog Jabar Abdul Muis mengatakan, jumlah cadangan pangan di Bulog hingga bulan Mei ini sangat luar biasa. Secara nasional, stok beras Bulog sebanyak 2 juta ton, sedangkan yang berada di bawah Divre Jabar sekitar 280.000 ton.

Dia memperkirakan, cadangan beras tersebut untuk ketahanan selama delapan bulan ke depan. “Stok ini ada di seluruh gudang yang ada di Jawa Barat kurang lebih 53 gudang,” kata Abdul Muis seusai perayaan HUT ke-50 Bulog di Kantor Perum Bulog Divre Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu, 10 Mei 2017.

Menghadapi Ramadhan dan Idulfitri, Abdul Muis mengungkapkan, Bulog berupaya melakukan stabilisasi harga dan terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat dan Polda Jawa Barat sebagai bagian dari satgas pangan. Sepekan sebelum bulan puasa, pihaknya bersama kedua instansi vertikal tersebut akan menggelar pasar murah besar-besaran di Jabar.

“Operasi pasar murah tidak hanya dilakukan serentak, tetapi juga terus-menerus sejak H-7 hingga Lebaran meliputi 7 subdivre Bulog dan 23 polres. Kapolda akan lanjutkan hingga tingkat polsek berarti hingga tingkat kecamatan. Ini semua dilakukan demi kepentingan rakyat untuk stabilisasi harga,” ujarnya.

Di samping cadangan beras yang aman, Abdul Muis memastikan stok pangan gula dan daging pun aman. Menyikapi harga bawang yang sempat melambung, Bulog tengah melakukan pembelian atau impor.

“Stok kami lainnya cukup aman, gula ada 6.000 ton, daging kurang lebih 2.000 ton, bawang sekarang lakukan pembelian yang mengalami kenaikan harga di atas yang ditetapkan pemerintah,” ucapnya.

Abdul Muis menegaskan, operasi pasar atau pasar murah sebagai bentuk penetrasi pasar dengan menggerakkan seluruh elemen yang ada di Bulog. Di lapangan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemprov, pemkot, ataupun pemkab yang turut terlibat dalam operasi pasar murah.

Untuk operasi pasar, Abdul Muis menyatakan, Bulog tak membatasi pasokan.

“Alokasi tak terbatas hingga harga stabil. Itu stok memang untuk keperluan pelayanan publik,termasuk operasi pasar,” ucapnya.

Selain beras, Bulog akan melakukan operasi pasar gula seharga Rp 12.000 per kilogram di tingkat konsumen, kemudian harga daging sapi Rp 80.000 per kilogram dan daging kerbau impor Rp 60.000 per kilogram di tingkat Gudang Bulog.

Abdul Muis mengaku ingin meluruskan bahwa daging impor adalah daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Menurut dia, semua restoran besar dan restoran di luar negeri, umumnya menyajikan daging yang sudah dibekukan.

“Secara kesehatan sangat bagus karena kuman dan bakteri pada daging telah mati. Dengan pemberian perlakuan suhu yang sangat minim, membuat bakteri menjadi mat,” tuturnya.

Selama ini, kata Abdul Muis, adanya anggapan seakan-akan daging lokal lebih enak ketimbang daging impor. memang rasanya manis, tapi belum tentu higienis karena secara kesehatan belum diperlakukan sehingga butuh perlakuan khusus agar aman dikonsumsi

Menurut dia, belum ada daerah di Jawa Barat yang mengalami kerawanan pangan hingga terjadi lonjakan harga pangan. Dia menilai, harga komoditas sekarang relatif stabil. Terlebih, inflasi Jabar relatif kecil yang menunjukkan harga komoditas di Jabar cukup aman.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply