Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Perempuan Ini Rela Jual Ginjal Demi Kesembuhan Suami

Perempuan Ini Rela Jual Ginjal Demi Kesembuhan Suami - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Friday 8 April 2016

Luka bakar yang dialami Ajid (33), seorang buruh bangunan, membuatnya harus terbaring lemah dalam perawatan di RSUD Cibabat. Keluarga kesulitan membayar biaya perawatan, istrinya, Mira (26) terpikir untuk menjual salah satu ginjalnya.

“Saya bingung biaya perawatan semakin mahal. Saya rela menjual ginjal saya untuk perawatan suami saya,” ujar Mira, di RSUD Cibabat, Jln. Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Jumat petang, 8 April 2016.

Mereka merupakan warga Desa Cangkorah RT 1 RW 8 Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ajid menderita luka bakar akibat tersengat listrik saat bekerja pekan lalu.

Mira terus mendampingi suaminya di rumah sakit, hampir seluruh luka bakar di tubuhnya ditutupi oleh perban. Praktis 80% bagian tubuhnya tidak terlihat. Sesekali dia meniupi luka bakar Ajid yang sering meringis kesakitan. Mira pun terpaksa menitipkan kedua anaknya untuk sementara waktu di rumah orang tuanya.

“Kedua anak saya sekarang di rumah mamah. Sudah hampir seminggu belum ketemu lagi, karena saya harus menunggu suami,” ungkapnya.

Ajid menjalani perawatan di ruang inap Gedung E lantai 2 RSUD Cibabat. Dengan kondisi luka bakar yang berat, dia harus dirujuk ke RSHS Bandung karena peralatan di RS Cibabat kurang memadai.

Kerabat korban, Rahmat Tizani mengungkapkan, penghasilan korban dari buruh kasar bangunan tidak cukup untuk membiayai perawatan. Ajid masuk berstatus pasien umum karena saat itu kondisinya darurat dan butuh pertolongan segera. Setelah masuk, baru keluarga mengurus pembuatan kartu BPJS Kesehatan.

Untuk menanggung biaya pengobatan, pihak keluarga sudah berusaha mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan namun kartunya baru bisa diaktifkan pada tanggal 18 April mendatang. Rahmat pun sudah meminta permohonan bantuan kepada Dinsos Jabar dan Pemerintah Kab. Bandung Barat. “Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan sama sekali,” katanya.

Hasil diskusi dengan pihak rumah sakit, perawatan Ajib memakan biaya besar. “Baru empat hari dirawat, biaya yang harus dibayarkan mencapai Rp. 22 juta. Sekarang sudah hampir seminggu,” terangnya.

Sebelum dirujuk ke RSHS, pihak keluarga wajib membayar biaya perawatan selama di RS Cibabat. “Pihak dokter Cibabat sudah tidak bisa menangani korban dan harus dirujuk ke RSHSTapi uang dari mana, korban saja saat ini terpaksa numpang di mertua karena tidak punya rumah sendiri. Kalau punya rumah sendiri, mungkin dia sudah menjual rumahnya,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Rahmat, istri Ajid terpikir melakukan tindakan menjual ginjal yang terbilang nekat. Meski belum menyebut nominal, Mira akan menjual ginjalnya dengan harga yang cukup untuk membiayai kebutuhan suaminya hingga sembuh dan hidup seperti biasa lagi. Mengenai siapa yang akan ditawari ginjalnya tersebut, dia berharap Bupati Bandung Barat Abubakar bisa membelinya.

“Kalau misalkan ada warga atau Pemkab. Bandung Barat mau bantu membiayainya selama dalam perawatan, mungkin Mira bisa mengurungkan niatnya. Saat ini jadi bingung karena lihat kondisi suami sakit dan butuh biaya besar,” tandasnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply