Username

Password

Remember me

Register

Recover password

HNSl Jabar & Olot, Dorong Eka Santosa ke Jabar Satu !

HNSl Jabar & Olot, Dorong Eka Santosa ke Jabar Satu ! - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 7 May 2016

HNSl Jabar & Olot, Dorong Eka Santosa ke Jabar Satu !Dalam Gempungan (Rapat Kerja) BOMA Jabar (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jawa Barat, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat bersama para Olot (tetua masyarakat adat) Mendorong Eka Santosa untuk maju dalam pemilihan menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2017-2022.

“Secara bulat para nelayan dan masyaralat adat yang tergabung pada BOMA Jabar kali ini mendukung Kang Eka untuk menjadi Jabar satu mendatang. Wawasan, kapasitas, dan keberpihakan Kang Eka pada nasib petani, buruh dan nelayan, serta masyarakat adat, pun kondisi lingkungan, sudah banyak kami buktikan. Tak ragu kami dukung Kang Eka,” papar Ketua HNSI Nandang Permana yang diamini oleh para Olo di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

Fenomena ini sama sekali tak terkira oleh Eka Santosa. ”Silahkan saja HNSI Jabar utamanya, mendukung pencalonan saya. Saya apresiasi semuanya. Demikian pula dengan BOMA Jabar, itu adalah keputusan para Olot selaku anggotanya. Semua dari bawah,” terang Eka Santosa.
Pinton & Solihin GP

Keputusan lain lagi dalam Gempungan Boma Jabar 2016 itu, ditetapkan event tahunan yang ke-3 kalinya Pinton Ajen Karancagean, atau Festival Budaya Masyarakat Adat Jawa Barat. Tahun ini akan digelar pada 1 Oktober 2016. “Dipentaskan di Alam Santosa selama 3 hari. Sedikitnya ada 15 jenis seni tradisi yang termasuk buhun (akan punah – red). Begitu pun kuliner, kerajinan tangan dikemas sesuai pola ekonomi kreatif. Pun digelar loka karya tentang masyarakat adat dan seluk-beluknya”, jelas Eka dalam kesempatan terpisah.

Hadir sesepuh Jabar Solihin GP (91), yang akrab disapa Mang Ihin. Ia diundang selaku Pangaping BOMA JABAR. Mang Ihin sendiri salah satunya dikenal sebagai Gubernur Jabar di era 1970-1974 dan Sesdalopbang pada era Soeharto. Hari itu Ia mengupas secara mendalam kondisi kepemimpinan terkini di Jabar, termasuk membahas solusinya.

“Pemimpin di Jabar saat ini banyak yang sontoloyo. Beberapa malah terlibat korupsi. Rakyat kebanyakan tak korektif, saking apatisnya. Itu karena katup korektif sendiri ditutup. Bersama para Olot, mari kita ingatkan, jangan melupakan amanah rakyat”, seru Mang Ihin yang diamini dengan penuh hormat oleh para Olot.

Dalam kesempatan ini, para Olot dengan bahasa simbolis menyatakan:”Negara saat ini berada dalam kondisi sakit keras (teu dameng wales). Anehnya, mereka yang kami lihat sedang sakit keras dan perlu diobati, malah merasa sedang berada dalam puncak kejayannya. Itulah para pemimpin yang tak sadar diri. Tadinya, kami datang mau menyadarkan mereka. Terlambat, eh malah sudah ditangkap KPK”, ujar Jajang Sanaga, representasi warga Sanaga di Kabupaten Tasikmalaya.
HNSI Jabar & Olot

Merunut pepatah Sunda, diibaratkan “mobok manggih gorowong – saat membuat lubang, tiba-tiba menemukan terowongan”, muara pertemuan para Olot yang tergabung pada BOMA Jabar –Siapakah yang sekiranya pas dicalonkan untuk Jabar Satu 2017? Jawabannya berkelindan antara para Olot, HNSI Jabar, dan Mang Ihin.

Belakangan diketahui lebih jelas, pertimbangan mengapa Ketua HNSI Jabar mengapa begitu menggebu-gebu mendorong Eka Santosa ikut pada Pilgub 2017. ”Selama lima tahun enam bulan aktif di HNSI Jabar, sebelumnya di HNSI Kabupaten Garut. Selama itu pula, pimpinan Jabar dan dinas terkait yang tugasnya memperjuangkan nasib ribuan nelayan, justru tak acuh. Hari ini saja, ada ratusan nelayan andon di Selatan yang akan pergi ke Pacitan, dan nelayan Pantura yang akan pergi ke Kalimantan. Pengurusan surat-suratnya terhambat oleh instansi terkait. Ini bikin susah nelayan!,” tandas Nandang.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co