Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Nostalgia di Halal Bihalal “Kobra”

Nostalgia di Halal Bihalal "Kobra" - Aksi.co

Penulis Aksi | Thursday 5 July 2018

Lebih dari satu dekade, sampai tahun 2000, di sudut Jalan Braga, Kota Bandung, dekat simpangan Jalan Braga-ABC-Naripan, ada “Braga Pub”. Pub ini menjadi tempat nongkrong wartawan, pengusaha, musisi, dan elemen masyarakat lainya. Para penongkrong ini kemudian mengkristal, menjadi sebuah komunitas dengan sebutan “Kobra”, singkatan dari “Koboy Braga”. Dan, kaum wanitanya, disebut “Kobri”.

Sejumlah jurnalis hiburan pun, pada tahun 1994, membentuk FWHB (Forum Wartawan Hiburan Bandung) di Braga Pub.

Rabu malam (4/7/18) di Resto “Rumah Nenek”, Kobra menggelar halal bihalal. Digagas oleh Papap Kusnandar alias Benny Kobra, dan dieksekusi oleh panpel yang terdiri dari Muhammad Taufan, Hadi Baraba, Effry Anda Abdullah, Danto Suganda, Deddy Bonar, dan Yosie Wijaya.

Hampir seratus orang “alumni” Braga Pub yang hadir. Agar suasananya mirip dengan Braga Pub, grup band “Braga Combo” pun dihadirkan, jam dengan musisi lainnya, lengkap dengan Ahmad Presley sebagai MC-nya. Braga Combo selama bertahun-tahun menjadi home band Braga Pub. Di luar Braga Pub, band tunanetra yang punya vokalis Nenden Sintawati ini eksis dengan nama “Sparkle Band”.

Para penyanyi yang pernah menjadi home singer Braga Pub, tampil ke atas panggung. Diantaranya Yani Dewi, Suzy Swan, Hety Kelana, Retno, Sri Lea, Otit, Rully Rae, Ardan Masturo, Candra Mukti, dan Buddy Prima. Candra Moekti, adik kandung mendiang Hari Moekti, yang sekarang menjadi pendakwah, menyanyi lagu “brand”-nya di zaman Braga Pub, yaitu “I Don’t Want To Talk About It”-nya Rod Stewart. Nenden Sintawati melantunkan “Because You Love Me”-nya Celine Dion. Acara kian meriah ketika Kobra tersepuh, Rudy Djamil, naik panggung. Rudy mendendangkan lagu kocak “Judul-Judulan” dan mengajak hadirin untuk joget.

Sebelum acara hiburan dan ramah tamah, hadirin berdoa untuk Kobra-Kobri yang sudah berpulang ke alam baka, diantaranya Rahmat Dst (wartawan) dan Dewi Yana (penyanyi).

“Wacana silaturahmi Kobra sudah lama bergulir, tapi tidak pernah terwujud. Alhamdulillah, sekarang terwujud. Silaturahmi, reuni, sekaligus halal bihalal, saling melepas rindu, saling maaf memaafkan. Inilah indahnya persahabatan. Walau pun Braga Pub sudah lama tutup, tapi rasa persahabatan dan kebersamaan di hati para Kobra Kobri alhamdulillah tetap hidup. Semoga tidak pernah sirna,” ungkap Papap Kusnandar selaku sesepuh “Kobra” kepada awak media.

Yosie Wijaya

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply